TANAH BUMBU

Dari Perjuangan ke Pengakuan: Cerita Lahirnya Tanah Bumbu yang Wajib Kamu Tahu!

513

RETORIKABANUA.ID, Batulicin – Dalam suasana khidmat upacara peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Tanah Bumbu yang digelar Selasa (8/4), Wakil Ketua DPRD I Tanah Bumbu, Hasanuddin, membacakan kisah perjuangan panjang berdirinya kabupaten ini di hadapan peserta upacara. Momen ini jadi pengingat bahwa Tanah Bumbu tidak hadir begitu saja, tapi lahir dari semangat dan kerja keras yang luar biasa.

Upacara bendera dipimpin langsung oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, dan dihadiri para pejabat daerah, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat. Yang bikin meriah, para peserta tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Nuansa keberagaman terasa kuat, menggambarkan kekayaan budaya yang dimiliki Tanah Bumbu.

Hasanuddin mengajak semua yang hadir untuk kembali mengenang sejarah. Ternyata, perjuangan membentuk Kabupaten Tanah Bumbu sudah dimulai sejak 1959, ketika Panitia Pemekaran pertama kali dibentuk di Pagatan. Tapi sayangnya, perjuangan itu harus terhenti pada tahun 1972 tanpa hasil.

Baru pada Agustus 2000, semangat itu kembali bangkit. Panitia Penuntut Kabupaten Tanah Bumbu dibentuk kembali, dengan anggota dari delapan kecamatan yang mewakili wilayah selatan Tanah Bumbu. Mereka gak main-main—langsung bergerak cepat!

Panitia melakukan studi banding ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah untuk belajar dari daerah-daerah yang sudah sukses melakukan pemekaran. Setelah itu, mereka menyusun proposal dan mengajukannya ke Pemerintah Kabupaten Kotabaru. Sayangnya, penolakan kembali datang.

Tapi bukannya menyerah, panitia malah makin semangat. Mereka langsung melobi ke pusat—Kementerian Dalam Negeri dan DPR RI. Dukungan pun mulai datang dari berbagai pihak, termasuk Gubernur Kalimantan Selatan dan DPRD Provinsi.

Mereka 17 kali bolak-balik ke Jakarta
20 kali ke Surabaya
4 kali ke Kalimantan Timur
Dan 75 kali ke Kotabaru!
Total ada 289 surat yang mereka kirimkan dan 185 rapat koordinasi yang digelar. Kerja keras dan dedikasi luar biasa!

Akhirnya, setelah perjalanan panjang dan melelahkan, DPRD Kotabaru menyetujui pemekaran dengan lima kecamatan awal: Batulicin, Kusan Hilir, Kusan Hulu, Sungai Loban, dan Satui. Tak lama kemudian, dukungan mengalir dari berbagai pihak penting.

“Alhamdulillah, pada hari Senin, 27 Januari 2003, DPR RI menggelar Sidang Paripurna dan menetapkan Undang-Undang Pemekaran Kabupaten Tanah Bumbu,” ungkap H. Hasanuddin.

Resmilah Tanah Bumbu jadi kabupaten lewat UU Nomor 2 Tahun 2003 yang terbit pada 25 Februari 2003. Dan tonggak penting lainnya terjadi pada 8 April 2003, saat Zairullah Azhar dilantik sebagai Pejabat Bupati Tanah Bumbu yang pertama.

Momen peringatan ke-22 ini bukan cuma seremoni, tapi jadi pengingat bahwa kemerdekaan daerah ini lahir dari perjuangan nyata. Semangat itu harus terus dijaga oleh generasi muda, supaya Tanah Bumbu bisa terus maju, berkembang, dan jadi kebanggaan bersama. (thr)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Tangan Dingin Bang Dhin Kembali Bawa Sepak Bola Tanah Bumbu Harumkan Kancah Nasional

​TANAH BUMBU – Nama Kabupaten Tanah Bumbu kembali mencuat dan menjadi sorotan...

KNPI, HIPMI, ORADO, KONI, dan Pemkab Tanah Bumbu Bersatu Sukseskan Domino Championship se-Kalimantan Selatan

BATULICIN – Turnamen Olahraga Domino Championship se-Kalimantan Selatan akan digelar pada 14–16...

Roadshow Bimtek Perpustakaan Desa Tingkatkan Kapasitas Pengelola dan Budaya Literasi di Tanah Bumbu

KURANJI – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Roadshow Bimbingan...

ORADO Tanah Bumbu Resmi Serahkan SK ke KONI, Siap Cetak Atlet Domino Berprestasi

SIMPANG EMPAT – Organisasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kabupaten Tanah Bumbu secara...