KALSELTANAH BUMBU

Bang Dhin Dorong Pemerataan Fasilitas dan Guru di SMAN 1 Mantewe

12

TANAH BUMBU – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syaripuddin atau Bang Dhin, mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan segera menindaklanjuti sejumlah kebutuhan pendidikan di SMAN 1 Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu.

Dorongan tersebut disampaikan setelah dilakukan monitoring terhadap kondisi sarana prasarana, fasilitas pembelajaran, tenaga pendidik, hingga akses siswa menuju sekolah.

Menurut Bang Dhin, SMAN 1 Mantewe memiliki peran penting dalam melayani kebutuhan pendidikan menengah masyarakat Kecamatan Mantewe dan sekitarnya. Karena itu, sekolah tersebut harus mendapatkan dukungan yang proporsional, terutama terhadap kebutuhan yang berpengaruh langsung terhadap keselamatan dan kualitas pembelajaran siswa.

“Sekolah di wilayah kecamatan harus mendapatkan standar pelayanan yang sama baiknya. Jangan sampai jarak dari pusat pemerintahan membuat kebutuhan mendasar pendidikan terlambat ditangani,” ujar Bang Dhin.

Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam monitoring tersebut, di antaranya kondisi ruang kelas, atap, plafon, instalasi listrik, lantai, drainase, air bersih, sanitasi, serta fasilitas keselamatan sekolah.

Bang Dhin menegaskan, apabila terdapat bangunan atau fasilitas yang berpotensi membahayakan siswa dan guru, maka pengamanan serta penanganan harus menjadi prioritas.

“Kalau menyangkut keselamatan siswa dan guru, tidak bisa menunggu terlalu lama. Bagian bangunan yang tidak aman harus segera diamankan dan kemudian disiapkan penanganannya,” katanya.

Fasilitas Harus Benar-Benar Berfungsi

Selain kondisi fisik bangunan, Bang Dhin juga menyoroti kualitas fasilitas penunjang pembelajaran seperti laboratorium, perangkat komputer, jaringan internet, perpustakaan, dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Menurutnya, evaluasi terhadap sarana sekolah tidak boleh hanya berpatokan pada jumlah barang yang tercatat dalam inventaris.

Fasilitas yang tersedia harus dilihat dari tingkat kelayakan serta kemampuannya mendukung aktivitas pembelajaran siswa.

“Laboratorium bukan hanya soal ada ruangannya, tetapi apakah bisa digunakan untuk praktikum. Komputer bukan sekadar tercatat sebagai aset, tetapi apakah dapat digunakan siswa. Internet juga harus stabil untuk mendukung pembelajaran dan asesmen digital,” ujarnya.

Ia meminta agar kondisi setiap fasilitas didata secara rinci sehingga pemerintah dapat mengetahui mana yang masih layak digunakan, memerlukan perbaikan, atau sudah harus diganti.

Kekurangan Guru Perlu Dipetakan

Selain sarana prasarana, kebutuhan tenaga pendidik juga menjadi salah satu perhatian utama.

Bang Dhin meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan bersama pihak sekolah memetakan kondisi guru berdasarkan jumlah, bidang keahlian, beban mengajar, status kepegawaian, hingga kebutuhan pada setiap mata pelajaran.

Menurutnya, kecukupan tenaga pendidik tidak cukup hanya dihitung berdasarkan jumlah guru secara keseluruhan.

Pemerataan guru berdasarkan kompetensi bidang studi juga harus diperhatikan agar kualitas pembelajaran tetap terjaga.

Beberapa mata pelajaran yang perlu menjadi perhatian antara lain Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa Inggris, Informatika, serta Bimbingan dan Konseling.

“Yang harus dilihat bukan hanya berapa jumlah gurunya, tetapi apakah setiap mata pelajaran sudah ditangani oleh tenaga pendidik yang sesuai dengan kompetensinya,” kata Bang Dhin.

Cegah Siswa Putus Sekolah karena Jarak

Dalam monitoring tersebut, akses siswa menuju sekolah turut menjadi perhatian.

Bang Dhin meminta pihak sekolah melakukan pemetaan asal siswa, jarak tempuh, biaya transportasi, tingkat kehadiran, penerima bantuan pendidikan, hingga siswa yang berpotensi mengalami kesulitan melanjutkan sekolah.

Menurutnya, kondisi geografis dan keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penyebab anak kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan menengah.

“Pemerintah harus mengetahui lebih awal kalau ada siswa yang mulai terkendala transportasi, biaya atau jarak. Jangan menunggu sampai anak itu benar-benar berhenti sekolah,” tegasnya.

Kebutuhan Sekolah Diminta Disusun Berdasarkan Prioritas

Agar proses tindak lanjut lebih terarah, Bang Dhin meminta pihak sekolah menyusun kebutuhan dalam beberapa skala prioritas.

Kebutuhan darurat mencakup aspek keselamatan bangunan, listrik, air bersih dan sanitasi. Sementara kebutuhan mendesak meliputi rehabilitasi bangunan, laboratorium, komputer, internet serta pemenuhan tenaga pendidik.

Adapun kebutuhan pengembangan dapat mencakup sarana olahraga, kegiatan kesiswaan dan peningkatan prestasi akademik maupun nonakademik.

Seluruh kebutuhan tersebut, lanjut Bang Dhin, perlu didukung dengan data yang lengkap, mulai dari Dapodik, jumlah rombongan belajar, kondisi ruang, inventaris sekolah, Rapor Pendidikan, kebutuhan guru hingga rekam jejak usulan sebelumnya.

“Kami akan membawa hasil monitoring ini dalam pembahasan bersama Disdikbud, Bappeda dan BPKAD Provinsi Kalimantan Selatan. Yang bersifat mendesak harus segera ditangani, sedangkan kebutuhan rehabilitasi dan pengadaan fasilitas harus diperjuangkan melalui penganggaran daerah,” jelasnya.

Bang Dhin menegaskan, pemerataan pendidikan harus diwujudkan melalui pelayanan nyata yang dapat dirasakan oleh siswa di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

“Anak-anak di Mantewe memiliki hak yang sama untuk mendapatkan ruang belajar yang aman, guru yang kompeten, sanitasi yang layak, laboratorium yang berfungsi serta akses teknologi yang memadai. Pemerataan pendidikan harus benar-benar hadir sampai ke daerah,” pungkasnya.

Related Articles

H.M. Syaripuddin Apresiasi Kinerja TAPD dalam Penyusunan APBD Kalsel 2027

BANJARMASIN – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H.M. Syaripuddin...

Banggar DPRD Kalsel Tindak Lanjuti Evaluasi Kemendagri

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan bersama Tim...

DPRD Kalsel Bahas Raperda APBD 2027

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Paripurna dengan agenda...

Komisi I DPRD Kalsel Gali Strategi Pengawasan di Pulang Pisau

RETORIKABANUA.ID, Pulang Pisau – Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan pertukaran...