RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di Kota Banjarmasin. Hal itu disampaikan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, saat membuka Seminar Nasional bertema “Digitalisasi Koperasi di Era Society 5.0” di Hotel Banjarmasin Internasional, Senin (13/7).
Seminar yang diikuti puluhan pengurus koperasi se-Kota Banjarmasin itu juga dirangkai dengan penyerahan Piagam Penghargaan Koperasi Sehat Maju Sejahtera kepada lima koperasi yang dinilai unggul dalam aspek tata kelola, administrasi dan pengelolaan organisasi.
Lima koperasi penerima penghargaan tersebut adalah Koperasi Konsumen Primer Polresta, Koperasi Karyawan Wijaya, Koperasi Adhi Ladya, KPRI Guru-Guru Banjar Utara dan Koperasi Pegawai Negeri Ihsan. Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kota Banjarmasin atas komitmen pengurus koperasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Yamin menegaskan bahwa koperasi harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi identitasnya. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan koperasi sekaligus menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, transparan dan efisien bagi anggota.
“Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa koperasi adalah pilar utama ekonomi kerakyatan. Koperasi harus mampu bertransformasi agar tetap relevan, adaptif, serta mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, transparan dan efisien kepada seluruh anggotanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian masyarakat. Karena itu, nilai gotong royong, kebersamaan dan kekeluargaan harus tetap dipertahankan meski koperasi terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola ekonomi.
Untuk memperkuat transformasi tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin menghadirkan sejumlah narasumber pada seminar nasional ini. Mereka di antaranya Asisten Deputi Digitalisasi Kementerian Koperasi RI, Riza Azmi, Ketua Umum DPP AKSYINDO Sutjipto, serta perwakilan Grab Corp Masa Depan, Alexander. Para narasumber membahas strategi pengembangan koperasi melalui pemanfaatan teknologi digital.
Yamin juga menyoroti keberadaan Koperasi Kelurahan Merah Putih yang diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Selain memperkuat kelembagaan koperasi, program tersebut dinilai dapat memperluas akses pembiayaan serta pemasaran produk lokal melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Kita mendukung penuh program Koperasi Merah Putih yang diamanatkan Presiden Prabowo sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, mengingat wilayah Kota Banjarmasin relatif kecil, implementasinya perlu disesuaikan dengan karakteristik daerah,” katanya.
Ia menegaskan, keberhasilan Koperasi Merah Putih tidak boleh hanya diukur dari pembangunan fisik atau berdirinya gedung baru. Yang lebih penting adalah sejauh mana koperasi mampu berkembang, aktif menjalankan usaha, dan memberikan manfaat nyata bagi para anggotanya.
“Keberhasilan koperasi bukan hanya dilihat dari berdirinya gedung baru, tetapi dari kemampuannya untuk terus bergerak, berkembang dan memberikan manfaat bagi anggotanya. Ini harus menjadi perhatian serius dinas terkait,” pungkasnya. (mc)


