DPRD TapinTAPIN

Pemkab Tapin Tingkatkan Kualitas Laporan Keuangan Lewat FGD di Jakarta

287

RETORIKABANUA.ID, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Tapin terus menunjukkan komitmennya dalam membenahi tata kelola keuangan daerah. Melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peningkatan Kualitas Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah”, Pemkab Tapin menggandeng para ahli untuk memperkuat kapasitas aparatur di bidang akuntansi dan pelaporan.

FGD yang digelar di Hotel Ashley, Jakarta Pusat, Senin (4/8).wakilDibuka langsung oleh Wakil Bupati Tapin, H. Juanda. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa penyusunan laporan keuangan bukan sekadar kewajiban teknis, tetapi menyangkut akuntabilitas dan transparansi pemerintahan.

“Ini bukan hanya soal angka. Ini soal pertanggungjawaban kepada publik. Laporan keuangan harus bisa dipahami, relevan, andal, dan bisa dibandingkan,” ujar H. Juanda.

Menurut H. Juanda, tantangan pengelolaan keuangan daerah saat ini mencakup peningkatan kualitas SDM, penguatan sistem akuntansi berbasis teknologi dan pengendalian internal yang konsisten.

“Forum ini adalah momen penting untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kompetensi. Kami sangat mengapresiasi kehadiran narasumber dari STAN Jakarta yang bersedia berbagi ilmu,” tambahnya.

FGD ini diikuti puluhan ASN yang terlibat langsung dalam proses penyusunan laporan keuangan daerah, seperti Kasubag Keuangan, Verifikator dan Bendahara Pengeluaran dari berbagai SKPD.

Materi diskusi fokus pada beberapa hal penting:

Ketepatan waktu penyusunan laporan,

Kelengkapan dan keakuratan data,

Konsistensi informasi,

Penguatan komitmen kolektif dalam menghasilkan LKPD yang berkualitas.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Tapin, Haris Fadhillah, menyampaikan bahwa laporan keuangan bukan sekadar formalitas, tapi bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat.

“Laporan keuangan itu harus berkualitas. Ini juga sesuai dengan amanat PP No. 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan,” tegasnya.

Namun, Haris juga mengakui masih ada celah yang perlu dibenahi, termasuk temuan dari BPK yang harus dijadikan pembelajaran untuk memperkuat tata kelola ke depan.

“FGD ini adalah ruang belajar bersama. Harapannya, ke depan kita bisa menekan potensi penyimpangan dan terus memperbaiki sistem pelaporan,” pungkasnya. (ki)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Pilkades Tapin 2026, Bupati Ajak Calon Kades Jaga Demokrasi Damai

RETORIKABANUA.ID, Rantau – Pemerintah Kabupaten Tapin menggelar Deklarasi Damai Bakal Calon Kepala...

Wabup Tapin Pastikan Pengamanan Pilkades Serentak Siap Digelar

RETORIKABANUA.ID, Rantau – Wakil Bupati Tapin, H. Juanda memimpin Apel Gelar Pasukan...

HKN Tapin Jadi Momentum Perkuat Disiplin ASN

RETORIKABANUA.ID, Rantau – Pemerintah Kabupaten Tapin kembali menggelar Upacara Hari Kesadaran Nasional...

Safari Gemarikan Tapin Dorong Anak Gemar Makan Ikan Cegah Stunting

RETORIKABANUA.ID, Rantau – Upaya meningkatkan konsumsi ikan sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting terus dilakukan di Kabupaten...