RETORIKABANUA.ID, Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru mengapresiasi kegiatan Sosialisasi Hasil Bahtsul Masail yang digelar Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) Kabupaten Kotabaru di Masjid Baiturrahmah, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Sabtu (3/10).
Kegiatan ini bertujuan memperluas pemahaman masyarakat mengenai hasil pembahasan persoalan hukum Islam, termasuk isu-isu kontemporer yang berkembang seiring perubahan zaman.
Sosialisasi tersebut dibuka oleh Bupati Kotabaru, H. Muhammad Rusli, yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Minggu Basuki.
Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, Pemerintah Kabupaten Kotabaru menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bagian dari tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjawab berbagai persoalan keagamaan yang dihadapi masyarakat.
Pemerintah daerah menilai sinergi antara ulama dan pemerintah memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang tidak hanya maju secara fisik dan ekonomi, tetapi juga kuat secara spiritual dan mental keagamaan.
“Pemerintah daerah menyadari bahwa pembangunan bukan hanya menyangkut pembangunan fisik dan ekonomi semata, tetapi juga pembangunan spiritual dan mental keagamaan masyarakat. Sinergi antara ulama dan umara merupakan kunci penting dalam mewujudkan Kotabaru yang maju dan penuh keberkahan,” demikian petikan sambutan Bupati.
Bupati juga berharap hasil keputusan Bahtsul Masail dapat disosialisasikan secara luas agar dipahami masyarakat dan menjadi bahan rujukan dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai sejumlah persoalan hukum Islam kontemporer, di antaranya hukum jual beli melalui transaksi online serta hukum profesi broker atau makelar dalam perdagangan berjangka komoditas.
Kedua topik tersebut berkaitan dengan perkembangan aktivitas ekonomi modern yang semakin beragam dan membutuhkan pemahaman hukum Islam secara cermat dan komprehensif.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan dapat memahami hasil pembahasan keagamaan secara lebih baik sehingga memiliki referensi ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari.
Selain persoalan keagamaan, Minggu Basuki menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam menangani berbagai persoalan sosial, termasuk pelayanan kesehatan serta pencegahan perkawinan usia anak.
Menurutnya, program-program pemerintah perlu disinergikan hingga tingkat kecamatan dan desa agar pelaksanaannya dapat menjangkau masyarakat secara optimal.
Ketua LBM NU Kabupaten Kotabaru, Ustaz Abdul Rahim, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan tradisi keilmuan Islam sekaligus memperluas pemahaman masyarakat terhadap berbagai persoalan keagamaan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotabaru yang juga Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kotabaru, Dr. KH. Nur Zazin, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja Nahdlatul Ulama untuk mendekatkan organisasi dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat, khususnya yang berada di wilayah kepulauan.
Sosialisasi hasil Bahtsul Masail LBM NU Kabupaten Kotabaru direncanakan berlangsung secara bertahap di sejumlah wilayah. Lokasi yang direncanakan meliputi Kecamatan Pulau Laut Sigam, Desa Tanjung Lalak di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kecamatan Kelumpang Hilir dan Kecamatan Pamukan Barat.
Perluasan jangkauan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada lebih banyak masyarakat untuk memperoleh informasi dan pemahaman keagamaan yang sesuai dengan perkembangan persoalan di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Kotabaru, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotabaru, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kotabaru, unsur Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta jajaran pengurus PCNU Kabupaten Kotabaru.
Hadir pula perwakilan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Majelis Taklim Muslimat NU dan Fatayat NU.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara pemerintah daerah dan ulama diharapkan semakin kuat dalam memperluas edukasi keagamaan, menjaga kemaslahatan umat, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Kotabaru yang maju dan sejahtera melalui visi Kotabaru Hebat. (mc)
