RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR meninjau langsung penyaluran bantuan air bersih bagi warga Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kamis (1/10) sore.
Penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu warga yang terdampak kemarau panjang dan mengalami keterbatasan air bersih. Di Jalan Kuin Selatan, PT Air Minum Bandarmasih menyiapkan empat tandon air bersih di sejumlah titik agar lebih mudah diakses masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, Yamin didampingi Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin, Sekdako Banjarmasin, Ichrom Muftezar, Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, Camat Banjarmasin Barat, Amrullah, jajaran direksi dan komisaris PAM Bandarmasih, serta pihak terkait lainnya.
Yamin mengatakan, bantuan air bersih diberikan untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah yang belum mendapatkan layanan air secara optimal akibat terbatasnya ketersediaan air baku.
“Kita bersama Kapolresta, jajaran direksi PAM Bandarmasih dan juga komisaris memantau sekaligus menyalurkan air bersih. Di Kelurahan Kuin Cerucuk ini ada empat tandon,” ujar Yamin.
Air bersih tersebut disalurkan menggunakan mobil tangki dan ditampung di tandon yang ditempatkan di beberapa titik. Dengan cara itu, warga diharapkan lebih mudah mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Memang ini adalah wilayah yang tidak sampai tersalurkan air. Sehingga kita mengantisipasinya dengan menyiapkan tandon dan mengantar menggunakan mobil tangki. Mungkin ada juga di beberapa daerah lain,” jelasnya.
Yamin berharap kondisi kemarau dan keterbatasan air baku segera berakhir sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat kembali normal.
“Tentunya kita berharap ini bisa cepat berlalu dan kondisinya cepat pulih lagi. Untuk di Kelurahan Kuin Cerucuk ada empat tandon, di empat titik lokasi untuk penyaluran air bersih,” katanya.
Ia memastikan penyaluran air bersih akan tetap dilakukan selama kondisi air baku belum kembali normal.
“Ya, tentunya akan berlangsung seperti ini sampai keadaan nanti normal dan air bakunya normal. Setelah normal air bakunya, saya rasa sudah tidak lagi seperti hal yang saat ini terjadi, karena air bakunya memang agak terbatas,” ungkap Yamin.
Bantuan air bersih tersebut mendapat sambutan dari warga Kuin Cerucuk. Rahmadina, salah seorang warga, mengatakan gangguan layanan air ledeng di wilayahnya sudah terjadi sekitar satu bulan.
Menurutnya, air terkadang masih mengalir, tetapi debitnya kecil dan terasa asin sehingga tidak bisa digunakan untuk kebutuhan konsumsi.
“Sebulan yang lalu air ledeng di sini tidak jalan. Bisa juga jalan, cuma tidak deras keluarnya dan airnya asin. Semoga airnya berjalan normal, tidak asin lagi, supaya tidak sulit untuk dikonsumsi,” ujar Dina.
Sebelum mendapat bantuan, Dina mengaku harus membeli air dari luar dengan harga sekitar Rp. 5.000 per galon.
“Alhamdulillah, ada bantuan ini bisa teratasi untuk sehari-hari. Air ini digunakan untuk diminum dan untuk masak-masak di dapur,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Acil Amun. Ia mengatakan gangguan air bersih sudah dirasakan keluarganya sekitar tiga bulan. Namun, kondisi air semakin asin dalam satu bulan terakhir.
“Sudah lama, sekitar tiga bulanan. Tapi yang parah ini sudah satu bulan lebih, airnya masin (asin) banget. Airnya tetap jalan, tapi asin dan tidak bisa diminum,” tuturnya.
Menurut Amun, bantuan air bersih sangat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dalam sehari, keluarganya membutuhkan sekitar 50 liter air.
“Alhamdulillah ada bantuan. Kami berterima kasih kepada semua petugas dan dinas-dinas yang membantu. Satu keluarga sekitar 50 liter setiap hari sudah cukup untuk mencuci sayur, ikan, beras, untuk minum dan masak-masak,” jelasnya.
Ia menyebutkan bantuan air bersih disalurkan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Kamis dan Minggu.
“Tidak setiap hari, seminggu dua kali, hari Kamis dan hari Minggu. Alhamdulillah cukup,” pungkas Amun. (mc)
