KALSELPemprov Kalsel

Atasi Karhutla, Kalsel Siapkan Embung Mini dan Sulfaktan

12

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Polda Kalsel menyiapkan langkah tambahan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mulai dari pembuatan embung mini sebagai penampungan air hingga pemanfaatan cairan khusus untuk membantu pemadaman api.

Langkah tersebut dibahas dalam kegiatan dialog dan pengarahan Gubernur Kalsel, Kapolda Kalsel dan Ketua DPRD Kalsel bersama para lurah dan kepala desa terkait optimalisasi peran pemerintah di tingkat desa dan kelurahan dalam penanggulangan karhutla. Kegiatan yang diinisiasi Polda Kalsel itu digelar di Aula Polda Kalsel, Banjarbaru, Kamis (15/10).

Gubernur Kalsel, H. Muhidin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong memadamkan kebakaran sesuai kemampuan masing-masing. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri, TNI, dan masyarakat yang telah bekerja keras menangani karhutla dengan berbagai metode.

Upaya tersebut meliputi penyiraman air, penyuntikan air ke dalam tanah di kawasan gambut, hingga pembasahan lahan untuk mencegah api kembali menyala.

H. Muhidin juga mendorong pembuatan lubang penampungan air atau embung mini di lokasi yang membutuhkan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi sumber air untuk mempercepat proses pemadaman ketika kebakaran terjadi.

“Terima kasih kepada Polda yang menyelenggarakan acara ini,” ucap H. Muhidin.

Usai dialog, Muhidin menjelaskan bahwa embung mini tersebut direncanakan untuk mendukung metode pemadaman yang dikembangkan Polda Kalsel, termasuk penggunaan cairan Sulfaktan, inovasi yang diperkenalkan untuk membantu memadamkan api.

“Jadi, pemadaman dengan suntikan ada, juga pemadaman dengan cairan Sulfaktan di atas juga,” ujar H. Muhidin.

Sementara itu, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mengoptimalkan penanganan karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalsel sekaligus mencari solusi yang lebih efektif.

Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan jajarannya bersama TNI, Pemerintah Provinsi Kalsel, pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta masyarakat dan relawan.

Namun, proses pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya keterbatasan sumber air, lokasi titik api yang jauh dan sulit dijangkau, serta karakteristik lahan gambut yang membuat api sulit dipadamkan hingga tuntas.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Polda Kalsel mengembangkan sejumlah langkah, termasuk menempatkan bioflok berkapasitas 12.000 liter di titik-titik dekat lokasi penanganan, memanfaatkan teknologi drone, serta menggunakan cairan Sulfaktan yang disebut sebagai bahan ramah lingkungan untuk membantu proses pemadaman.

Polda Kalsel juga berencana meningkatkan produksi Sulfaktan agar dapat digunakan dalam penanganan karhutla di lebih banyak lokasi.

“Alhamdulillah, kami sudah dibantu Pak Gubernur untuk membiayai pembuatan Sulfaktan. Pagi tadi peralatan untuk pembuatan Sulfaktan berupa mixer sudah tiba. Untuk bahan baku yang lain, tiga atau empat hari lagi tiba. Nantinya langsung akan kita perbanyak Sulfaktan untuk dibagikan,” jelas Rosyanto.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan dosen Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Fakhrur Razie, sebagai narasumber. Ia menyampaikan materi mengenai aksi mitigasi kebakaran dan banjir berbasis masyarakat.

Selain membahas strategi penanganan kebakaran, dialog juga menjadi ruang bagi para kepala desa untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi di lapangan.

Sejumlah kepala desa mengusulkan pemberian insentif bagi relawan karhutla yang terlibat dalam upaya pemadaman. Usulan tersebut mencerminkan perhatian terhadap dukungan bagi masyarakat yang turut membantu penanganan kebakaran.

Kepala desa lainnya meminta kejelasan mengenai penanganan lahan terlantar atau lahan yang tidak digarap pemiliknya, terutama dalam kaitannya dengan upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Melalui dialog tersebut, pemerintah dan aparat terkait diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan, meningkatkan kesiapan sarana pemadaman, serta merumuskan solusi atas kendala yang dihadapi masyarakat dalam penanganan karhutla di Kalimantan Selatan. (ap)

Related Articles

Ketua DPRD Kalsel Ajak Desa dan Kelurahan Perkuat Pencegahan Karhutla

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Supian HK, mengajak...

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK: Ketahanan Kalsel Jadi Kunci Pertahanan Nasional

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Supian HK, menegaskan...

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK: Semangat Pangeran Antasari Tak Pernah Padam

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Supian HK bersama...

BK DPRD Kalsel Kunjungi DPRD Kapuas, Bahas Penegakan Etika Dewan

RETORIKABANUA.ID, Kapuas – Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan...