BANJARMASINPemko Banjarmasin

Banjarmasin Siagakan Posko Karhutla, 77 Kebakaran Lahan Tercatat

11

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk mengantisipasi dampak kabut asap dari daerah sekitar. Sejumlah posko siaga telah disiapkan di wilayah Banjarmasin Utara, Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Selatan untuk mendukung pemantauan serta penanganan kebakaran.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR menyampaikan hal tersebut setelah mengikuti pengarahan Gubernur Kalimantan Selatan, Ketua DPRD Provinsi Kalsel dan Kapolda Kalsel terkait optimalisasi peran lurah dan kepala desa dalam penanggulangan karhutla. Kegiatan berlangsung di Auditorium Polda Kalsel, Banjarbaru, Kamis (15/10).

Dalam kegiatan tersebut, Yamin didampingi Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin dan 52 lurah se-Kota Banjarmasin. Pertemuan itu bertujuan memperkuat koordinasi serta mengoptimalkan peran pemerintah di tingkat kelurahan dan desa dalam mencegah dan menangani karhutla.

Yamin mengapresiasi inovasi Kapolda Kalsel dalam penanganan kebakaran, khususnya metode pemadaman yang menjangkau titik api hingga ke bawah permukaan tanah.

“Kami mengapresiasi inovasi Bapak Kapolda dalam pemadaman api, tidak hanya di permukaan, tetapi juga sampai ke dalam. Harapan kita, ke depan tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan seperti ini,” ujar Yamin.

Ia menjelaskan, meskipun Banjarmasin tidak memiliki kawasan hutan yang luas, dampak karhutla dari daerah sekitar tetap dirasakan masyarakat. Salah satu dampak yang perlu diantisipasi adalah kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan warga.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemko Banjarmasin bersinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta para relawan.

Pemantauan juga dilakukan di wilayah perbatasan yang berpotensi terdampak kebakaran. Posko siaga disiapkan untuk mendukung koordinasi dan mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

“Kami bersama Pak Kapolresta, BPBD dan rekan-rekan Damkar terus memantau wilayah perbatasan. Posko siaga juga sudah disiapkan untuk mendukung penanganan kebakaran,” jelasnya.

Yamin turut mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap melanda. Jika harus beraktivitas di luar rumah, warga diminta menggunakan masker dan menjaga kondisi kesehatan.

“Kalau memang mendesak dan harus keluar, gunakan masker dan tetap memperhatikan kesehatan,” imbaunya.

Sementara itu, Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin mengungkapkan, berdasarkan data BPBD Kota Banjarmasin, terdapat sekitar 77 kejadian kebakaran lahan sejak Agustus hingga pertengahan Oktober 2026.

Polresta Banjarmasin juga terlibat dalam Operasi Amanusa Intan II untuk mendukung upaya penanganan karhutla bersama pemerintah daerah, BPBD dan relawan.

“Walaupun Banjarmasin tidak memiliki hutan, ada lahan yang terbakar. Karena itu, kami bersinergi dengan Pemko, BPBD dan relawan untuk melakukan penanganan, termasuk di wilayah perbatasan,” kata Riza.

Selain upaya penanganan, Riza menyoroti keterbatasan peralatan yang menjadi kendala ketika petugas harus menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses kendaraan pemadam.

“Ketika kebakaran terjadi di sekitar permukiman atau di belakang permukiman, terkadang kendaraan tidak bisa masuk,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap Pemko Banjarmasin dapat mendukung penyediaan peralatan tambahan, seperti pompa air atau alkon dan selang pemadam. Peralatan tersebut dinilai penting agar petugas bersama relawan tetap dapat menjangkau titik kebakaran meskipun kendaraan tidak bisa mendekati lokasi.

“Mudah-mudahan dari Pemko bisa membantu peralatan seperti alkon dan selang, sehingga ketika kendaraan tidak bisa masuk ke lokasi, kami bersama relawan tetap bisa melakukan pemadaman,” harapnya.

Melalui penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, lurah dan masyarakat, upaya pencegahan serta penanggulangan karhutla diharapkan semakin optimal. Dengan demikian, risiko kebakaran dan dampaknya terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat dapat diminimalkan. (mc)

Related Articles

HIMPAUDI Banjarmasin Perkuat 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin terus mendorong penguatan karakter dan pola...

Banjarmasin Tangani Karhutla, Tak Masuk Daftar Banpres Rp. 100 Miliar

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan...

Penipuan Siber Marak, Pemko Banjarmasin Perkuat Keamanan Digital

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Penipuan daring menjadi jenis kejahatan siber dengan proporsi tertinggi...

Bunda PAUD Banjarmasin Beri Tabungan Pendidikan Rp. 5 Juta untuk Anak Guru Honorer

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, menyalurkan tabungan pendidikan...