Balangan – Dihadiri Bupati Balangan H Abdul Hadi, Ketua BAAS Dr Ir Dwi Listyawardani, pengelola CSR dari PT Adaro, Yayasan Adaro Bangun Negeri, serta rombongan datang ke Balangan dalam rangka Monitoring Program Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) di Benteng Tundakan, Senin (6/11).
Dalam pertemuan itu, Abdul Hadi mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PT Adaro atas dilaksanakannya program BAAS di Kabupaten Balangan.
Bagi Balangan, kata dia, BAAS merupakan wujud partisipasi yang luar biasa dari grup Adaro. “Tentu ini suatu hal yang sangat menggembirakan ketika ada pihak yang kompeten dan berkemampuan tinggi secara pro-aktif berpartisipasi, serta membatu menangani dalam hal yang kita prioritaskan,” katanya.
Terkait angka stunting, beberapa tahun lalu pemerintah pusat menargetkan penurunan angka prevalensi stunting sampai angka 14 persen per akhir tahun 2024.
Saat itu, kata bupati, target tersebut tidak ringan bagi Balangan. Karena angka prevalensi stunting masih di atas 30 persen. Mau tidak mau, harus dicari strategi dan dukungan, serta partisipasi sebanyak mungkin.
“Kita harus sadarkan semua pihak, bahwa urusan stunting bukan hanya terkait nasib anak- anak saat ini, tetapi juga menyangkut kualitas manusia bangsa di masa depan. Sehingga bisa dikatakan penanganan dan pencegahan stunting atau penurunan angka prevalensi stunting adalah kepentingan bersama,”ungkapnya.
Abdul Hadi juga memaparkan mengenai data stunting di Balangan berdasarkan EPPGBM menunjukkan penurunan yang signifikan dan konsisten. Dari 25,78 persen pada tahun 2020, menjadi 17,91 persen pada tahun 2021, dan turun lagi menjadi 14,91 persen di tahun 2022.
“Ini artinya kita sudah berada pada rel yang benar, karena untuk target nasional penurunan stunting hingga 14% per akhir tahun 2024. Tentu ini tidak ringan bagi Balangan saat dicanangkan. Maka dari itu kita akan terus tancap gas cari strategi dan dukungan dari semua pihak,” ujarnya. (bii)

Leave a comment