RETORIKABANUA.ID, Balangan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui pembinaan dan pengawasan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparat desa agar mampu melakukan upaya pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan bencana secara mandiri.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan itu diikuti perwakilan aparat desa dari delapan kecamatan, yakni Paringin Selatan, Awayan, Lampihong, Tebing Tinggi, Paringin, Halong, Batumandi dan Juai.
Program DESTANA merupakan upaya pemberdayaan masyarakat desa agar mampu mengenali potensi bencana, mengurangi risiko, serta menyusun langkah-langkah penanggulangan secara terencana dan berbasis komunitas.
Selama pembinaan, peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar DESTANA, pemetaan risiko bencana, penyusunan rencana kontingensi desa, pembentukan tim siaga bencana, hingga mekanisme koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Balangan, Jumaidil Hairi, mengatakan penguatan kapasitas di tingkat desa menjadi fondasi utama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif.
“Bencana memang tidak bisa dicegah sepenuhnya, tetapi dampaknya dapat diminimalkan jika masyarakat dan pemerintah desa sudah siap. Melalui program DESTANA, kami ingin memastikan setiap desa memiliki pemahaman yang sama, data risiko yang akurat, serta rencana aksi yang jelas ketika terjadi bencana,” ujarnya, Senin (27/7).
Ia menambahkan, aparat desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam menyampaikan informasi kebencanaan sekaligus menggerakkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Karena itu, BPBD Balangan mendorong setiap desa segera membentuk atau mengaktifkan kembali Tim DESTANA yang telah ada, sekaligus menyusun dokumen kebencanaan sebagai pedoman dalam menghadapi situasi darurat.
“Kami berharap aparat desa dapat menjadi motor penggerak dalam membangun budaya sadar bencana di wilayahnya masing-masing. Pemerintah daerah akan terus mendampingi dan melakukan pengawasan agar program ini berjalan secara berkelanjutan,” katanya.
Menurut Jumaidil, pembinaan dan pengawasan DESTANA juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring penanggulangan bencana hingga ke tingkat desa.
Dengan desa yang lebih siap dan tangguh, Kabupaten Balangan diharapkan mampu meminimalkan dampak berbagai potensi bencana, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, maupun bencana lainnya.
“BPBD Balangan berkomitmen terus melakukan pendampingan, monitoring dan evaluasi terhadap desa-desa peserta program DESTANA agar kesiapsiagaan masyarakat benar-benar terwujud dan berkelanjutan,” tutupnya. (mc)
