Senin, 24 Juni 2024
BerandaKALSELBANJARMASINBanjarmasin 1000 Kota Terbaik Dunia

Banjarmasin 1000 Kota Terbaik Dunia

SINGAPURA – Meski masih kalah pamor dengan Jakarta dan Surabaya, Kota Banjarmasin masih tetap salah satu kota terbaik di dunia di tahun 2024.

Merujuk pada Oxford Economics Global Cities Index 2024 yang dirilis Oxford Economics, Banjarmasin berada di peringkat 593 dari 1000 kota lainnya di dunia.

Sekadar diketahui, Oxford Economics melakukan survei untuk menentukan kota terbaik. Selain mencatat Jakarta dan Surabaya, secara global Banjarmasin salah satu kota yang diperhitungkan yang masuk dalam jangkauan survei.

Dilansir dari survei yang dilakukan Oxford Economics, sebuah firma penasihat ekonomi independen terkemuka di dunia yang bisnisnya mencakup 200 negara, 100 sektor industri dan 8.000 kota dan wilayah, maka hasil survei Banjarmasin di peringkat 593. Jauh lebih baik dari Jambi, Samarinda, Pontianak, Pekalongan, Cirebon dan Tasikmalaya.

Sedangkan kota yang disurvei berada di peringkat ke-400 hingga 700 adalah Medan (470), Makassar (454), Padang (479), Yogyakarta (489) dan Denpasar (495).

Selanjutnya Mataram (507), Palembang (517), Bandar Lampung (519), Semarang (537), Bandung (541), Pekanbaru (562). Sedangkan Banjarmasin di posisi 593.

Posisi di atas 600 ditempat Jambi dengan 610, disusul Samarinda posisi 613 bersama Pontianak 618. Lalu terdapat Pekalongan dengan deret 706, dikejar Cirebon 731 dan Tasikmalaya mengunci posisi 795.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina saat menghadiri sekaligus salah satu peserta World Cities Summit (WCS) 2024 yang diselenggarakan di Singapura pada tanggal 2-4 Juni, mengungkapkan posisi Banjarmasin berdasar survei yang dilakukan Oxford Economics masuk dalam 1000 kota terbaik di dunia.

“Ada beberapa aspek atau indikator yang dilihat. Seperti sumber daya manusia, kualitas kehidupan, lingkungan dan pemerintahan. Jadi yang dikumpulkan untuk menghasilkan skor keseluruhan untuk setiap kota,” terang Ibnu Sina.

Oxford Economics memperkirakan kota-kota di seluruh dunia akan terus mendorong pertumbuhan global dan daya saing selama beberapa dekade mendatang. Pada tahun 2023, 1.000 kota terbesar dunia menyumbang 60% dari PDB dunia.

Setiap kota memiliki karakteristik unik yang berbeda beda. Menilai kekuatan dan kelemahan dari kota-kota sangat penting bagi dunia usaha, akademisi dan pembuat kebijakan agar dapat mengambil keputusan yang tepat.

“Membandingkan kota bukan hanya dari output pertumbuhan ekonomi saja, ada dimensi lain yang membuat kota menarik bagi penduduknya dan investor. Untuk itu Oxford Economics meluncurkan Indeks Kota Global,” tambah Ibnu Sina yang mendapat apresiasi peserta World Cities Summit (WCS) 2024.

Indeks Kota Global dibuat Oxford Economics untuk menilai kekuatan dan kelemahan 1.000 kota terbesar di dunia dengan memanfaatkan data ekonomi dan dilengkapi dengan kumpulan data lain yang tersedia untuk umum, yang hasilnya memungkinkan pembuat kebijakan untuk mengambil keputusan yang lebih tepat.

⁠Indeks tersebut berisi lima kategori, ekonomi, sumber daya manusia, kualitas hidup, lingkungan hidup, dan tata kelola yang dikumpulkan untuk menghasilkan skor keseluruhan untuk setiap kota.

Setiap kategori terdiri dari beberapa indikator (empat hingga enam, tergantung pada kategorinya), yang bertujuan untuk menjawab beberapapertimbangan terpenting dalam masing-masing kategori.

⁠”Hasilnya, Indeks Kota Global memberikan perbandingan kota yang lebih lengkap, dengan memberi peringkat pada negara-negara tersebut tidak hanya berdasarkan kinerja ekonominya, namun juga mempertimbangkan faktor-faktor penting lainnya yang mempengaruhi kekuatan relatif negara-negara tersebut,” terang Ibnu Sina.

Global Cities Index yang diluncurkan Oxford Economics adalah sebuah inisiatif terobosan yang menawarkan evaluasi komprehensif terhadap 1.000 perekonomian perkotaan terbesar di dunia. Indeks komprehensif ini, yang dikembangkan oleh tim ekonom terkemuka, memberikan wawasan yang tak tertandingi mengenai sifat beragam lingkungan perkotaan di seluruh dunia.(ms)

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI