RETORIKABANUA.ID, Rantau — Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin mendorong masyarakat semakin kreatif memanfaatkan pangan lokal sebagai bahan makanan sehari-hari. Selain mudah diperoleh, bahan pangan lokal dapat diolah menjadi berbagai menu yang sehat, bergizi, menarik dan disukai keluarga.
Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Tapin, Faridah saat menghadiri Lomba Festival Pangan Lokal B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) Tingkat Kabupaten Tapin Tahun 2026 di Sekretariat PKK Tapin, Senin (24/8).
Menurut Faridah, pemanfaatan pangan lokal merupakan salah satu langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Kabupaten Tapin memiliki beragam potensi pangan yang dapat dikembangkan menjadi berbagai menu untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Karena itu, kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal perlu terus ditingkatkan.
“Pangan lokal kita sangat beragam. Tinggal bagaimana kita mengolahnya menjadi makanan yang sehat, bergizi, menarik dan disukai keluarga,” ujarnya.
Faridah menjelaskan, penerapan pola konsumsi B2SA bukan sekadar memperbanyak variasi makanan. Pola makan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman juga penting untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Menurutnya, keluarga yang terbiasa menerapkan pola konsumsi B2SA diharapkan dapat mendukung terbentuknya masyarakat yang lebih sehat, aktif dan produktif.
Karena itu, Festival Pangan Lokal B2SA yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tapin bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten Tapin tidak hanya menjadi ajang perlombaan.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kreativitas masyarakat dalam mengolah pangan lokal.
“Kami berharap semangat dan kreativitas yang ditampilkan dalam lomba ini tidak berhenti di kegiatan saja, tetapi bisa diterapkan di lingkungan keluarga dan masyarakat,” katanya.
Faridah mengapresiasi seluruh peserta yang telah menunjukkan kreativitas dalam mengolah berbagai bahan pangan lokal menjadi sajian yang menarik.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat mengenal dan memanfaatkan pangan lokal.
Menurutnya, jika dikelola dengan baik, pangan lokal tidak hanya menjadi sumber makanan bagi keluarga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan ikut mendukung terwujudnya ketahanan pangan di Kabupaten Tapin,” pungkasnya. (ki)
