RETORIKABANUA.ID, Rantau — Bunda PAUD di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa diminta tidak hanya aktif dalam kegiatan pendidikan anak usia dini (PAUD), tetapi juga berperan mendorong dukungan kebijakan dan anggaran untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak.
Hal tersebut disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Tapin, Faridah saat menghadiri kegiatan Advokasi Bunda PAUD dan Sosialisasi Penerapan Aplikasi PIJAR se-Kabupaten Tapin di Pendopo Galuh Bastari, Selasa (8/9).
Menurut Faridah, pendidikan anak usia dini merupakan investasi penting bagi masa depan Kabupaten Tapin. Anak berada pada fase golden age, ketika perkembangan karakter, kecerdasan dan kesehatan berlangsung sangat pesat.
Karena itu, kualitas layanan PAUD harus menjadi perhatian bersama. Tidak hanya menjadi tanggung jawab guru dan lembaga PAUD, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, hingga pemerintah kabupaten.
Faridah mendorong Bunda PAUD memanfaatkan peran strategisnya untuk menyampaikan kebutuhan PAUD kepada para pemangku kebijakan di wilayah masing-masing.
“Saya menaruh harapan besar agar ibu-ibu mampu menjadi motor penggerak. Gunakan peran strategis ibu-ibu untuk mengadvokasi para pemangku kebijakan di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.
Ia secara khusus meminta Bunda PAUD aktif berkomunikasi dengan kepala desa dan lurah untuk mendorong dukungan terhadap kebutuhan PAUD.
Dukungan tersebut antara lain berupa anggaran operasional, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, serta penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar anak.
“Dorong bapak kepala desa atau lurah agar mengalokasikan dana desa untuk mendukung operasional PAUD, memastikan kesejahteraan pendidik dan mewujudkan PAUD Holistik Integratif,” katanya.
Faridah menjelaskan, PAUD Holistik Integratif penting karena kebutuhan anak tidak hanya berkaitan dengan pendidikan. Aspek kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungan juga harus diperhatikan secara terpadu.
Karena itu, layanan PAUD perlu dibangun melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Posyandu dan layanan kesehatan di wilayah masing-masing.
Selain mendorong dukungan anggaran, Faridah meminta Bunda PAUD aktif turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi satuan PAUD. Dengan begitu, berbagai persoalan yang dihadapi dapat diketahui lebih cepat dan dicarikan solusi secara bersama.
“Dari keluarga dan lingkungan pendidikan inilah kita menyiapkan generasi Tapin ke depan. Karena itu, kualitas PAUD harus kita kawal bersama,” tegasnya.
Ia berharap Bunda PAUD di seluruh wilayah Kabupaten Tapin dapat menjalankan perannya secara aktif, tidak hanya sebagai pendamping kegiatan, tetapi juga sebagai penggerak kolaborasi dan advokasi untuk memastikan setiap anak memperoleh layanan PAUD yang berkualitas. (ki)
