RETORIKABANUA.ID, Rantau — Bunda PAUD Kabupaten Tapin, Faridah meminta penerapan aplikasi PIJAR tidak dipandang sebagai tambahan pekerjaan administratif.
Sebaliknya, aplikasi Pusat Informasi dan Jejaring tersebut diharapkan menjadi wadah bagi Bunda PAUD untuk berbagi informasi, kegiatan dan inovasi pendidikan anak usia dini hingga ke tingkat desa.
Pesan tersebut disampaikan Faridah saat kegiatan Advokasi Bunda PAUD dan Sosialisasi Penerapan Aplikasi PIJAR se-Kabupaten Tapin di Pendopo Galuh Bastari, Selasa (8/9).
Menurut Faridah, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi dan jejaring antar-Bunda PAUD. Terlebih, berbagai kegiatan inovatif di tingkat desa dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain.
“Saya ingin menekankan, tolong jangan anggap aplikasi PIJAR ini sebagai beban administratif tambahan. Justru, aplikasi ini adalah panggung kita bersama,” ujarnya.
Ia mencontohkan, apabila Bunda PAUD di suatu desa memiliki program makanan sehat tambahan yang inovatif, kegiatan tersebut dapat dibagikan melalui PIJAR.
Dengan begitu, Bunda PAUD di wilayah lain dapat melihat praktik tersebut, kemudian mengadopsi atau memodifikasinya sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
“PIJAR adalah sarana bagi ibu-ibu untuk saling berbagi inspirasi. Kalau ada satu desa yang berhasil menjalankan program yang inovatif, unggah kegiatannya. Biarkan desa lain melihat, meniru dan memodifikasinya,” katanya.
Faridah menambahkan, PIJAR tidak hanya berfungsi sebagai media berbagi kegiatan. Data yang dimasukkan dari lapangan juga memiliki peran penting bagi pemerintah daerah.
Informasi tersebut dapat memberikan gambaran mengenai aktivitas, program, dan perkembangan Bunda PAUD di berbagai wilayah. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
“Data yang ibu-ibu input di PIJAR akan menjadi dasar bagi kami di tingkat kabupaten untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran,” jelasnya.
Karena itu, Faridah meminta Bunda PAUD memanfaatkan PIJAR secara aktif dan konsisten. Ia berharap setiap kegiatan positif yang dilakukan di tingkat desa dapat terdokumentasi dan diketahui oleh wilayah lain.
Faridah juga mengingatkan agar deklarasi dan komitmen bersama dalam kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni. Komitmen tersebut harus diwujudkan melalui langkah nyata dalam mengawal pendidikan anak usia dini sekaligus meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Jadikan itu sebagai sumpah pengabdian kita, komitmen tulus dari hati seorang ibu, untuk benar-benar mengawal pendidikan anak-anak kita dan bersedia beradaptasi dengan kemajuan teknologi melalui aplikasi PIJAR,” pungkasnya.
Dengan pemanfaatan PIJAR secara optimal, Faridah berharap jejaring Bunda PAUD di Kabupaten Tapin semakin kuat, berbagai inovasi dapat saling ditularkan, dan kebijakan pendidikan anak usia dini dapat disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. (ki)
