RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai dirasakan masyarakat Banjarmasin. Meski kebakaran lahan di dalam kota dapat ditangani dengan cepat, kabut asap dari wilayah sekitar masih berpotensi masuk ke Banjarmasin terbawa arah angin.
Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin pun menyiapkan sejumlah langkah untuk melindungi masyarakat. Mulai dari penanganan kebakaran lahan, pembagian masker, kesiapan layanan kesehatan, penyesuaian kegiatan belajar, hingga menyiapkan posko lapangan.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar di Ruang Rapat Wali Kota Banjarmasin, Selasa (8/9).

Kepala BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin mengatakan, kebakaran lahan di wilayah kota sejauh ini dapat ditangani dengan cepat. Penanganan dilakukan melalui kerja sama BPBD, pemadam kebakaran swasta, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
“Begitu ada kebakaran lahan, cepat diatasi sehingga tidak menyebar luas. Luasannya pun tidak begitu besar,” ujar Husni.
Namun, menurut Husni, persoalan lain muncul dari kabut asap yang berasal dari wilayah sekitar Banjarmasin.
“Walaupun tidak ada sumber asap, Banjarmasin tetap merasakan fenomena asap. Kita terdampak dari kabupaten mana pun karena arah angin membawa asap ke wilayah kita,” katanya.
Untuk mengurangi dampak asap, Pemkot Banjarmasin mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah saat kondisi udara memburuk. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah juga diminta menggunakan masker.
Layanan kesehatan melalui puskesmas turut disiapkan, terutama bagi masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap.
Selain imbauan, Pemkot Banjarmasin juga membagikan masker secara langsung kepada masyarakat. Sebanyak 2.000 masker dibagikan di kawasan bawah Flyover Simpang Empat Gatot Subroto.
Kemudian pada Minggu (6/9), sebanyak 2.200 masker kembali dibagikan di kawasan Bundaran Kayu Tangi bersama Wakil Wali Kota Banjarmasin.
Dengan demikian, sedikitnya 4.200 masker telah dibagikan dalam dua kegiatan tersebut. Distribusi masker akan dilanjutkan ke kawasan lain yang terdampak cukup parah, di antaranya Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Timur.
Perlindungan juga diberikan kepada peserta didik. Pemkot Banjarmasin menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada 7–9 September 2026. Kebijakan tersebut akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi udara.
Sekda Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengatakan, penanganan karhutla dilakukan bersama oleh berbagai sektor dan akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Yang kita lakukan adalah memastikan masyarakat terlindungi dan seluruh perangkat pemerintah siap bergerak sesuai perkembangan situasi,” ujar Tezar.
Sebagai langkah antisipasi jika karhutla dan kabut asap semakin parah, Pemkot Banjarmasin juga menyiapkan tiga posko lapangan di Banjarmasin Utara, Banjarmasin Selatan, dan Banjarmasin Timur.
Keberadaan posko tersebut diharapkan dapat mendekatkan petugas dengan masyarakat. Dengan begitu, penanganan kebakaran lahan di sekitar wilayah tersebut bisa dilakukan lebih cepat.
“Posko ini untuk mendekatkan petugas kepada masyarakat, mengurangi keresahan dan memberikan rasa aman. Kalau terjadi kebakaran lahan, tindakan bisa lebih cepat diambil,” jelas Husni.
Pemkot Banjarmasin kini fokus pada dua hal, yakni memastikan kebakaran lahan di dalam kota segera ditangani dan mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.
Pemantauan terhadap karhutla dan kondisi udara akan terus dilakukan. Langkah penanganan juga akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan. (mc)
