RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai acara pelepasan 50 anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan pengabdian panjang para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Ia menegaskan, masa purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian. Sebaliknya, hal itu menjadi awal peran baru di tengah masyarakat.
“Terima kasih atas seluruh tenaga, pikiran, dan dedikasi terbaik yang telah diberikan dalam melayani masyarakat,” ujar Syarifuddin di Banjarmasin, Rabu (25/2).
Menurutnya, integritas, loyalitas, dan tanggung jawab yang telah ditunjukkan para purna tugas harus menjadi teladan bagi generasi ASN berikutnya di Kalsel.
Momen menarik terjadi saat Syarifuddin menceritakan perjalanan karier salah satu pensiunan, Gusti Yanuar Noor Rifai, yang telah mengabdi selama 37 tahun.
Perjalanan tersebut menjadi gambaran perubahan zaman dalam birokrasi dari era mesin ketik manual hingga penggunaan komputer dan smartboard dalam sistem kerja modern.
Selain memberikan apresiasi, pemerintah daerah juga menindaklanjuti sejumlah masukan dari para purna tugas, khususnya terkait tata kelola keuangan.
Menjawab saran mengenai pentingnya penguatan tenaga akuntansi dalam pemeriksaan keuangan, Pemprov Kalsel berencana menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Risiko bagi seluruh kepala SKPD.
Program ini akan bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) guna memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan telah dianalisis risikonya secara matang dan memberi manfaat optimal bagi masyarakat.
Acara pelepasan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang pengabdian para ASN yang telah turut membangun Kalimantan Selatan. (ms)


