RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pengayuan, Kota Banjarbaru, Rabu (2/9).
Peninjauan dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait untuk memastikan pemadaman titik api berjalan optimal.
Dalam peninjauan tersebut, Muhidin menemukan masih adanya asap meski api di permukaan sebelumnya telah berhasil dipadamkan. Kondisi itu menunjukkan kemungkinan masih terdapat bara atau api yang membakar di dalam lapisan gambut.
“Jadi turunnya drastis sampai 90 derajat. Inilah yang kita gunakan, nanti kita bersama-sama,” ujar H. Muhidin.
Menurutnya, kebakaran di lahan gambut lebih sulit ditangani karena api dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan tanah. Api yang tidak terlihat secara kasatmata dapat kembali muncul jika bara di dalam gambut belum benar-benar padam.
Dalam penanganan karhutla kali ini, petugas menggunakan teknologi untuk mendeteksi suhu di dalam area yang terbakar.
Hasil pemantauan menunjukkan masih terdapat titik dengan suhu tinggi. Setelah area tersebut disiram menggunakan air yang dicampur deterjen, suhu turun secara signifikan.
Suhu yang sebelumnya mencapai sekitar 120 derajat Celsius turun menjadi sekitar 30 derajat Celsius.
Penurunan suhu tersebut menjadi indikator bahwa penyiraman membantu mendinginkan lapisan lahan yang masih menyimpan panas.
Muhidin mengatakan, penanganan karhutla di lahan gambut membutuhkan air dan bahan pendukung dalam jumlah cukup besar. Kondisinya berbeda dengan kebakaran di lahan biasa yang cenderung lebih mudah dipadamkan setelah api di permukaan berhasil dikendalikan.
“Karena kalau di lahan gambut ini, asap masih ada. Artinya masih ada api di bawahnya,” katanya.
H. Muhidin menegaskan, munculnya asap menjadi tanda bahwa penanganan karhutla belum sepenuhnya selesai.
Karena itu, petugas harus memastikan bara di dalam lapisan gambut benar-benar padam, bukan hanya memadamkan api yang terlihat di permukaan.
Ia berharap penanganan secara intensif dapat terus mengurangi asap karhutla di kawasan Pengayuan.
Muhidin juga mengajak masyarakat Kalsel bersama-sama berdoa agar kondisi cuaca segera membaik dan hujan turun untuk membantu proses pemadaman.
“Insya Allah ini akan berkurang. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ada hujan,” ujarnya. (mc)
