KOTABARU, RETORIKABANUA.ID – Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin atau yang akrab disapa Bang Dhin, mengajak seluruh kader PDI Perjuangan dan masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong membantu warga yang terdampak musim kemarau.
Menurut Bang Dhin, persoalan kekurangan air bersih yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah harus menjadi perhatian bersama.
Ia menegaskan bahwa kader PDI Perjuangan harus peka terhadap kondisi masyarakat dan hadir ketika warga membutuhkan bantuan.
“Kalau ada masyarakat yang mengalami kesulitan, kader harus hadir. Tidak harus selalu menunggu program besar. Yang terpenting adalah kepedulian, kebersamaan dan gotong royong,” ujar Bang Dhin.
Sebagai bagian dari kepedulian tersebut, Bang Dhin turut membantu satu paket perlengkapan filtrasi air beserta pemasangannya di Masjid Jami Baitul Abror, Kotabaru.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung ketersediaan air yang lebih bersih untuk kebutuhan jamaah, khususnya di tengah musim kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air.
Namun, Bang Dhin menegaskan bahwa bantuan yang diberikan bukan semata-mata tentang siapa yang membantu, melainkan bagaimana membangun kesadaran kolektif agar masyarakat saling menguatkan.
“Gotong royong adalah kekuatan kita. Kalau semua bergerak sesuai kemampuan masing-masing, persoalan yang berat akan terasa lebih ringan,” katanya.
Ia juga mengajak jajaran PDI Perjuangan di Kalimantan Selatan untuk aktif melihat kondisi masyarakat di wilayah masing-masing.
Menurutnya, kerja politik tidak hanya dilakukan melalui kegiatan formal kepartaian, tetapi juga melalui kehadiran langsung di tengah masyarakat.
“Kader PDI Perjuangan harus turun, mendengar dan melihat apa yang dibutuhkan masyarakat. Politik harus menghadirkan manfaat nyata dan membantu mencari solusi terhadap persoalan rakyat,” tegasnya.
Bang Dhin berharap semangat gotong royong tersebut terus tumbuh, terutama dalam menghadapi dampak musim kemarau dan berbagai persoalan sosial lainnya.
Ia menilai, kekuatan terbesar masyarakat bukan hanya pada bantuan yang diberikan, tetapi pada rasa saling peduli dan kemauan untuk bergerak bersama.
“Jangan menunggu siapa yang memulai. Kalau kita melihat ada masyarakat yang membutuhkan, mari bersama-sama bergerak dan membantu sesuai kemampuan,” pungkas Bang Dhin.
