BANJARMASINKALSELKESEHATAN

Terungkap Momok Jelek RSUD Ulin, Waket DPRD Kalsel berang

321

BANJARMASIN – Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin berang. Ia jor-joran menyoal pelayanan rumah sakit punya daerah yang tak mau berbenah.

Sebelumnya, penampakan antrean pasien yang ingin berobat di RSUD Ulin Banjarmasin viral di lini massa.

Untuk dapat antrean lebih awal, calon pasien wajib datang lebih subuh dibanding petugas layanan. Untuk dapat karcis pendaftaran BPJS calon pasien harus meletakkan jejak antrean dilantai. Dari amplop rontgen sampai kunci motor hingga sendal.

Itu dilakukan supaya tak ada yang mendahului antrean. Tak jarang mereka pun jadi sasaran empuk pungli oknum di sana.

“Mentang-mentang rujukan terbesar, mereka tidak berbenah, tidak upgrade. Apa tidak malu dengan embel-embel rumah sakit terbesar,” semprot Bang Dhin.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengatakan, DPRD sudah bolak-balik berkunjung ke RSUD Ulin dan berulang-ulang mengingatkan manajemen supaya memperbaiki masalah krusial di rumah sakit yang dapat merugikan masyarakat.

“Saya sudah buka lebar peluang ya, saya tanya dimana masalahnya, datang ke DPRD, kita bantu. Anggarankah yang kurang atau apa? Tapi sampai sekarang tidak ada datang. Laporan beres terus,” katanya.

Ia mengatakan, banyak mendengar keluhan masyarakat yang datang. Mereka mengadukan soal pelayanan RSUD Ulin, termasuk di dalamnya diduga ada bisnis percaloan.

“Di Ulin calo apa yang tidak ada? Antre BPJS ada calonya. Pesan kamar juga bercalo. Kamar dibilang penuh terus, datangin sana pasti ada. Bahkan itu calo kursi roda juga ada. Urusan pegawai pun bercalo. Apa manajemen tidak mengetahui itu? atau pura-pura tidak tahu? Saya berharap, jangan sampai manajemennya juga ikutan dapat cuan dari sana,” sindirnya.

Dhin mengatakan, banyaknya laporan masyarakat juga disebabkan oleh lemahnya manajemen keluhan pelanggan di RSUD Ulin. Dilaporkan sangat susah mengakses pengaduan masyarakat, dan petugas pengaduan masyarakat pun dianggap tidak ramah dan tidak cepat tanggap.

“Ini baru dilantik plt direktur, artinya diberi kepercayaan untuk membereskan penyakit-penyakit di Ulin. Ke depan kalau direkturnya sudah definitif harus berani mundur jika tidak mampu,” tegasnya. (zl)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Kartoyo Apresiasi Warga Desa Ida Manggala, Nilai Pancasila Masih Kuat Hidup di Masyarakat

RETORIKABANUA.ID, Hulu Sungai Selatan — Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Kartoyo,...

Perhumas Perkuat Humas Daerah Lawan Hoaks Digital

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Maraknya penyebaran hoaks di era digital menjadi perhatian serius...

Pendidikan Kalsel Masih Timpang, DPRD Desak Perbaikan Menyeluruh

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin — Sektor pendidikan di Kalimantan Selatan menunjukkan kemajuan di sejumlah...

Kejurprov Domino Perdana di Kalsel, Jadi Ajang Seleksi Menuju Nasional

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) ORADO Kalimantan Selatan resmi digelar untuk...