RETORIKABANUA.ID, Tapin – Pemerintah Kabupaten Tapin terus memperkuat upaya meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui pendekatan berbasis kearifan lokal. Pada Rabu (11/6), Dinas Kesehatan Tapin menggelar Sosialisasi Asuhan Mandiri Kesehatan Tradisional di Aula Kantor Setda Tapin.
Kegiatan ini diikuti oleh 150 peserta dari berbagai unsur, termasuk TP PKK, kepala puskesmas, kader kesehatan desa, hingga pengelola Pelayanan Kesehatan Tradisional (Yankestrad). Fokus utama sosialisasi adalah pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan akupresur dasar sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan.
Hadir langsung dalam kegiatan ini Bupati Tapin, H. Yamani, Wakil Bupati, H. Juanda, Ketua TP PKK, Faridah dan Wakil Ketua, Elya Hartati.
Dalam sambutannya, Bupati Yamani menyampaikan pentingnya pengelolaan kesehatan mandiri di tingkat keluarga sebagai salah satu kunci keberhasilan pembangunan sektor kesehatan.
“Kalau masyarakat bisa mengelola TOGA dan akupresur dengan benar, maka beban pelayanan kesehatan akan berkurang. Ini akan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan warga Tapin,” tegasnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Tapin, Nurul Hidayah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas edukasi kesehatan dan memperkuat layanan kesehatan tradisional secara terintegrasi.
“Sinergi antar sektor menjadi kunci keberlanjutan program ini. Kita butuh kolaborasi aktif dari PKK, tenaga kesehatan, hingga masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Tapin, Faridah, menekankan bahwa TOGA bukan hanya tanaman pelengkap di halaman rumah, tetapi memiliki peran strategis dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan mandiri.
“TOGA adalah langkah konkret untuk menekan biaya pengobatan dan mendorong pemanfaatan bahan alami yang aman dan mudah diakses,” jelasnya.
Ia juga memberikan semangat kepada para kader kesehatan dan TP PKK agar terus menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
“Kader harus memberikan contoh nyata, mendampingi warga, dan menyebarkan semangat penggunaan TOGA di setiap rumah tangga,” serunya.
Dengan pendekatan berbasis komunitas, Pemkab Tapin berharap program ini akan memperkuat ketahanan kesehatan keluarga dan mendukung sistem kesehatan yang lebih efisien, mandiri, dan berkelanjutan. (ki)



Leave a comment