BANJARBARUKALSEL

Refocusing Anggaran, Penambahan CCTV di Banjarbaru Ditiadakan

360
CEK KONDISI: Petugas memeriksa kondisi CCTV di salah satu titik di Kota Banjarbaru beberapa waktu lalu. Foto: Diskominfo Banjarbaru

retorikabanua.id, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru terpaksa harus meniadakan penambahan kamera pengintai atau unit CCTV di tahun 2020 ini. Hal ini disebabkan adanya refocusing anggaran karena situasi pandemi.

Pihak Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Banjarbaru mengonfirmasi jika benar rencana ini ditangguhkan. Sebab SKPD nya termasuk yang harus melalukan refocusing anggaran.

Menurut Plt Kepala Diskominfo Banjarbaru, Iwan Hermawan mengurai jika sebenarnya refocusing tak sekadar berdampak paa pengadaan CCTV. Tetapi perangkat pembangunan dan peningkatan infrastruktur lainnya juga kena imbas.

“Jadi dari refocusing ini, kita kurang lebih memangkas sekitar 5,6 Miliar. Di antara pemangkasan itu, porsinya paling besar yang dipangkas adalah belanja modal dan barang jasa,” katanya.

Di antara itu, pengadaan tambahan unit CCTV ini salah satu yang meliputi. Meskipun, perangkat pelengkapnya Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) lainnya juga termasuk di dalamnya.

“Untuk perangkat infrastruktur ini mencapai satu miliar rupiah. Misalnya selain CCTV ada radio link, kabel, switch, sourter serta operasional barang habis pakai lainnya,” jelasnya.

Seandainya tak situasi pandemi seperti sekarang. Diskominfo merencakan penambahan 50 unit CCTV di Kota Banjarbaru. Penambahan yakinnya dapat menambah pemantauan dan pelayanan publik jadi lebih luas.

“Untuk jumlah CCTV yang ada sekitar 40 titik, ini tersebar di titik-titik strategis dan ruang publik. Kebutuhan CCTV ini juga permintaan beberapa SKPD, baik untuk lalu lintas ataupun pemantauan kondisu debit air,” katanya.

Terus, apakah penambahan CCTV ini bakal diusulkan lagi? Iwan mengatakan jika pihaknya akan berusaha mengajukannya lagi. Namun kembali lagi, Iwan menyebut jika keputusannya tergantung pembahasan anggaran murni 2021 nantinya.

“Sebenarnya target kita di tahun 2020 ini pembangunan dan peningkatan infrastruktur sudah rampung, dan di 2021 fokus pada jaringan. Tetapi karena pandemi, ini harus kita revisi,” ungkapnya.

Selain menghantam kepada penangguhan pembelian infrastruktur. Refocusing kata Iwan juga menyentuh sektor lain semisal perekrutan pegawai baru yang diproyeksikan untuk menambah kinerja dan pelayanannya.

“Jadi memang yang paling terdampak adalah sektor infrastruktur kita. Kalau untuk pelayanan kita tetap pertahankan, jadi tidak ada terdampak untuk pelayanan publik,” informasinya. (rvn)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagian Dari

Berlangganan

    Subscribe to our mailing list to receives daily updates direct to your inbox!

    Related Articles

    Bang Dhin: Arahan Megawati Tegaskan Politik Lingkungan dan Keberpihakan pada Rakyat

    RETORIKABANUA.ID, Jakarta – Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Hj. Megawati Soekarnoputri, menegaskan...

    Gubernur Pemprov Kalsel Perintahkan SKPD Percepat Bantuan Korban Banjir

    RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menginstruksikan seluruh Kepala Satuan...

    Pemko Banjarbaru Matangkan Persiapan Sambut Kunjungan Presiden RI

    RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru mematangkan persiapan menjelang kunjungan Presiden Republik...

    Ketua DPRD Kalsel Ikuti Rakor Persiapan Kunjungan Presiden di Banjarbaru

    RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor)...