RETORIKABANUA.ID, Kandangan – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Kartoyo, mengakhiri rangkaian resesnya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dengan menyerap aspirasi warga Desa Sirih, Kecamatan Kalumpang, Rabu (20/5). Desa Sirih menjadi lokasi terakhir dari total 16 titik reses yang dikunjungi di HSS.
Dalam pertemuan bersama warga, berbagai persoalan disampaikan, terutama terkait sektor pertanian dan infrastruktur pendukung aktivitas masyarakat.
Tokoh masyarakat Desa Sirih, M. Idris, mengatakan sebagian besar warga bekerja sebagai petani dan pekebun. Namun belakangan ini, masyarakat kesulitan mendapatkan pupuk yang menjadi kebutuhan utama untuk meningkatkan hasil pertanian.
“Mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani dan pekebun, tetapi sekarang pupuk sulit didapat,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Pambakal Desa Sirih, Mardiansyah. Ia menuturkan banjir tahunan yang terus terjadi membuat produktivitas lahan pertanian menurun drastis.
“Dulu lahan bisa ditanami sampai tiga hingga lima baris, sekarang yang masih produktif hanya satu baris di atas tabing,” katanya.
Selain banjir, warga juga meminta perbaikan jalan menuju area persawahan agar aktivitas pertanian dan distribusi hasil panen menjadi lebih mudah.
Menanggapi hal tersebut, Kartoyo menyebut persoalan pertanian dan perkebunan menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat selama pelaksanaan reses di HSS.
“Dari 16 titik reses yang kami kunjungi di HSS, masalah yang paling dominan adalah pertanian dan perkebunan, terutama kelangkaan pupuk,” ujarnya.
Menurut Kartoyo, keresahan masyarakat akibat sulitnya mendapatkan pupuk sempat memicu rencana aksi penyampaian aspirasi. Namun situasi tetap kondusif berkat peran tokoh masyarakat setempat.
“Masyarakat sempat berencana menyampaikan aspirasi secara lebih luas, tetapi alhamdulillah situasi tetap terkendali karena ada tokoh masyarakat yang membantu menjaga kondisi tetap aman,” katanya.
Ia berharap persoalan distribusi pupuk segera mendapat solusi karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan daerah. Selain itu, sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan dinilai perlu mendapat perhatian serius melalui dukungan program dan anggaran.
“Kami berharap masalah pupuk segera diselesaikan karena sangat penting bagi ketahanan pangan. Dukungan terhadap sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan juga perlu diperkuat,” tegasnya.
Terkait banjir yang terus melanda wilayah Kalumpang, Kartoyo mengatakan kondisi tersebut membuat petani kini hanya bisa menanam padi satu kali dalam setahun.
Dari hasil peninjauan lapangan saat reses, diduga terdapat sumbatan aliran di Sungai Rantauan yang berada di perbatasan Kabupaten Tapin dan Hulu Sungai Selatan.
“Kami melihat langsung kondisi di lapangan, mulai dari Kalumpang, Tambingkar hingga Sirih. Saat ini lahan pertanian hanya bisa ditanami satu kali dalam setahun,” jelasnya.
Kartoyo menambahkan, persoalan tersebut kemungkinan berkaitan dengan kewenangan instansi teknis terkait. Karena itu, DPRD Provinsi Kalimantan Selatan akan melakukan koordinasi guna mendorong solusi penanganan banjir agar produktivitas pertanian masyarakat kembali meningkat. (ms)

