RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Menyambut bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) intens mematangkan persiapan. Sesuai instruksi Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, rapat koordinasi telah dilakukan untuk membahas berbagai hal penting, mulai dari jam operasional kuliner (makanan dan minuman), hingga pengawasan tempat hiburan malam (THM) demi menjaga kondusivitas selama ibadah puasa.
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, yang memimpin rapat tersebut, menegaskan pentingnya efektivitas pelaksanaan instruksi dan seruan bersama yang dituangkan dalam surat edaran. Ia berharap, dengan dukungan TNI/Polri dan stakeholder terkait, pengawasan dan pengamanan bisa dilakukan dengan baik. Dengan demikian, masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan aman.
“Seruan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan suasana yang kondusif dan penuh berkah selama bulan Ramadhan,” ujar Ananda, Selasa (25/2).
Forkopimda juga mengimbau warga non-Muslim untuk menghormati pelaksanaan ibadah puasa demi menjaga kerukunan antar umat beragama di kota yang sudah terjalin baik ini.
Tak hanya itu, sehari setelahnya, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Banjarmasin untuk melakukan sidak di pasar-pasar guna memantau ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) menjelang bulan suci. Langkah ini diambil untuk memastikan harga tetap stabil dan pasokan barang tercukupi, mengingat lonjakan permintaan yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin sekaligus Ketua TPID, Ikhsan Budiman, menyampaikan bahwa hasil pemantauan di Pasar Tradisional Pekauman, Gudang Beras, dan Pasar Modern Lotte Mart menunjukkan pasokan dan harga bahan pokok masih dalam kondisi wajar.
“Hari ini kita lihat beras dan minyak goreng. Dari hasil pemantauan, harga dari distributor ke pengecer masih normal dan mengambil keuntungan yang wajar. Misalnya, harga beras Mayang Usang di distributor Rp15.000 per liter, sedangkan di pengecer sekitar Rp18.000 per liter. Untuk minyak goreng, selisih harga dari distributor ke pengecer berkisar Rp3.000 hingga Rp4.000, yang masih bisa dikatakan wajar,” jelas Ikhsan saat pengecekan di lapangan, Rabu (26/2).
Pemerintah Kota Banjarmasin berharap masyarakat tidak perlu khawatir dalam berbelanja dan tetap membeli bahan pokok sesuai kebutuhan. Dengan pengawasan yang ketat, stabilitas harga hingga Idul Fitri dapat terjaga. Ikhsan juga memastikan ketersediaan bahan pokok di Banjarmasin dalam kondisi aman.
“Melihat stok yang ada, Alhamdulillah kita aman. Minyak goreng masih banyak, dan untuk beras, terutama yang biasa dikonsumsi masyarakat Banjar, juga tersedia dalam jumlah cukup. Apalagi sekarang baru selesai panen, jadi tidak ada gangguan seperti yang pernah kita alami tiga tahun lalu,” tambahnya.
Di sisi lain, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antar SKPD menjelang persiapan Ramadhan.
“Ini komitmen bersama untuk menciptakan suasana kondusif dan penuh berkah selama Ramadhan,” ungkap Yamin saat dihubungi di tengah aktivitas retreat di Magelang, Rabu (26/2).
“Jadi menjelang Ramadhan dan Lebaran, tolong dicek betul-betul di lapangan tentang keadaan inflasi, pasokan Bapokting, kebersihan pasar, serta ketersediaan LPG 3kg harus tepat sasaran,” tegasnya. (ms)

Leave a comment