BALANGAN – Langkah-langkah kongkrit untuk menekan penyebaran nyamuk Aedes Aegypti dan kasus demam berdarah dengue (DBD) terus dilakukan oleh UPTD Puskesmas Lampihong.
DBD merupakan penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti dan dapat menyerang orang disegala usia.
Belum lama ini, PTD Puskesmas Lampihong melakukan pemeriksaan jentik berkala di rumah-rumah warga yang mempunyai penampungan air (TPA) dan non TPA di dalam dan di luar.
Plt Kepala UPTD Puskesmas Lampihong Ana Susiana mengatakan pemantauan terhadap jentik dan sarang nyamuk ini sangat penting serta bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit DBD dan Malaria.
“Untuk di 2024 per Januari ini sudah ada delapan kasus DBD yang positif di wilayah kerja kami,” katanya.
Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat agar bisa melakukan pencegahan secara mandiri seperti pemberantasan sarang nyamuk dengan menerapkan 3M Plus.
“3M Plus adalah Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat-tempat penampungan air, Mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia, plus sendiri mengoleskan lotion anti nyamuk atau pakai kelambu,” imbaunya.
Terakhir ia berharap melalui langah-langkah ini dapat menekan kasus DBD di Kabupaten Balangan. (mcbalangan/biii)

Leave a comment