RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti oleh para Pejabat Administrator, Pengawas, Fungsional, Pelaksana ASN, serta operator SIPD. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Kominfo Kalsel, Rabu (26/11). Mengusung tema “Pemanfaatan Data Statistik Sektoral Daerah yang Berkualitas Guna Mewujudkan Penganggaran Berbasis Manajemen Risiko, Kinerja dan Data.”
FGD ini diselenggarakan untuk memperkuat efektivitas dan efisiensi penyusunan APBD berbasis manajemen risiko, berbasis kinerja dan berbasis data. Dengan demikian, proses penganggaran dapat lebih terarah, terukur dan selaras dengan tujuan organisasi.
Kepala Dinas Kominfo Kalsel yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Mashudi, menjelaskan bahwa penyusunan anggaran tidak bisa lagi hanya mengandalkan asumsi atau kebiasaan tahun sebelumnya. Dibutuhkan data statistik sektoral yang valid agar perencanaan benar-benar menjawab kebutuhan daerah.
“Maka perlunya kita mempelajari bagaimana memanfaatkan data statistik sebagai dasar penyusunan anggaran di dinas, mengidentifikasi risiko dalam upaya pencapaian tujuan organisasi yang tergambar dari indikator kinerja, serta memastikan penganggaran berbasis kinerja dapat tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan data statistik sektoral juga menjadi kunci untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja program maupun kegiatan yang telah dilaksanakan. Dengan data yang akurat, evaluasi tidak lagi bersifat subjektif, tetapi berbasis fakta dan capaian nyata di lapangan.
Selain itu, data sektoral memungkinkan optimalisasi alokasi sumber daya. Informasi statistik yang komprehensif membantu pengambil keputusan menentukan prioritas, mengarahkan anggaran secara lebih tepat dan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Data statistik sektoral daerah dapat memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan benar-benar sesuai kebutuhan dan prioritas, sehingga penggunaannya menjadi lebih efektif dan efisien,” jelasnya.
Mashudi berharap FGD ini menjadi langkah awal bagi Dinas Kominfo Kalsel dalam memperkuat perencanaan dan penganggaran berbasis data, berbasis kinerja, serta mempertimbangkan manajemen risiko secara lebih menyeluruh.
“Ini merupakan langkah awal yang baik bagi Dinas Kominfo Kalsel dalam menyusun perencanaan dan penganggaran berbasis data statistik, berbasis kinerja, serta memperhatikan manajemen risiko sebagai upaya memenuhi target RPJMD tahun 2025–2029,” harapnya. (ms)
