BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru menunjukkan komitmen serius dalam upaya penanggulangan stunting dengan menggelar acara Rembuk Stunting sebagai bagian dari langkah Aksi Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting (KP2S).
Acara ini dipimpin langsung Wakil Wali kota Banjarbaru, Wartono, dan dihadiri jajaran SKPD Pemko Banjarbaru serta pemangku kepentingan lainnya, bertempat di Aula Gawi Sabarataan, Rabu (29/5).
Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono menjelaskan, Rembuk Stunting merupakan langkah penting pemerintah daerah untuk memastikan berbagai program pencegahan stunting berjalan terintegrasi antara instansi terkait dan masyarakat serta untuk memperkuat komitmen pimpinan daerah dalam menurunkan angka stunting.
Kemudian, Asisten III Pemko Banjarbaru, Rahmah Khairita menyampaikan Program Aksi Penurunan angka stunting harus dilakukan tidak hanya di Kota, akan tetapi juga di kelurahan dan kecamatan. Semua tingkatan harus terlibat dan berkoordinasi untuk keberhasilan program ini.
“Program Aksi Penurunan angka stunting ini bukan hanya dilaksanakan di tingkat Kota saja, tetapi juga harus sebenarnya dilaksanakan di tingkat kelurahan dan Kecamatan, jadi diharapkan semua Kecamatan dan kelurahan juga melaksanakan dan mempelajari Program Aksi ini, jadi harus terintegrasi semuanya dan terkoordinasi” imbuhnya.
Diinformasikan, saat ini Kota Banjarbaru telah berhasil mencatat penurunan signifikan dalam angka stunting, dari 22,1% pada 2022 menjadi hanya 12,4% pada 2023, menjadikannya sebagai salah satu wilayah dengan angka stunting terendah di Kalimantan Selatan. (mcbjb)

Leave a comment