RETORIKABANUA.ID, Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kotabaru menggelar Salat Istisqa di kawasan Siring Laut, Rabu (30/9) pagi. Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat, di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
Salat Istisqa yang dimulai pukul 07.00 Wita tersebut diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Kabupaten Kotabaru.
Kegiatan diawali dengan sambutan pengantar oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotabaru, Dr. H. Nur Zazin, sebelum dilanjutkan dengan pelaksanaan salat dan khutbah.
Khutbah Salat Istisqa disampaikan Habib Ja’far Shodiq bin Hasan As-Segaf, pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Jannah Putri di Desa Hilir Muara, Kecamatan Pulau Laut Sigam. Sementara itu, KH. Ahmad Muzakir bertindak sebagai imam sekaligus memimpin doa.
Dalam kegiatan tersebut, sambutan Bupati Kotabaru, H. Muhammad Rusli, disampaikan oleh Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis.
Dalam sambutannya, Syairi mengatakan Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar dan kerendahan hati umat untuk memohon pertolongan Allah SWT, khususnya agar hujan segera turun dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pelaksanaan Salat Istisqa pada pagi hari ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar dan kerendahan hati kita sebagai hamba Allah SWT untuk memohon pertolongan-Nya, khususnya memohon agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi daerah dan masyarakat Kabupaten Kotabaru,” ujarnya.
Syairi menjelaskan, musim kemarau yang berkepanjangan berpotensi memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat. Dampaknya antara lain berkaitan dengan ketersediaan air bersih, kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan, serta aktivitas masyarakat lainnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan pelaksanaan Salat Istisqa sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, memperbanyak istighfar, bertobat, bersedekah, serta meningkatkan amal kebajikan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjauhi perbuatan maksiat dan kezaliman serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.
“Mari kita senantiasa menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan kezaliman. Semoga melalui doa dan ikhtiar kita bersama, Allah SWT berkenan mengabulkan permohonan kita,” tutur Syairi.
Ia berharap hujan yang dinantikan dapat segera turun dengan cukup dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan. Selain membantu memenuhi kebutuhan air, hujan diharapkan membawa keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan bagi seluruh warga Kabupaten Kotabaru.
“Semoga Allah SWT menurunkan hujan yang cukup, bermanfaat dan penuh keberkahan, serta memberikan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kotabaru. Amin ya Rabbal Alamin,” ucapnya.
Pelaksanaan Salat Istisqa berlangsung khusyuk. Para jamaah bersama-sama memanjatkan doa, memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan sehingga kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi dan berbagai aktivitas kehidupan berjalan dengan baik.
Selain sebagai bentuk ikhtiar spiritual menghadapi musim kemarau, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan kepedulian masyarakat Kotabaru. Melalui doa, usaha, serta amal kebajikan, masyarakat diharapkan dapat menghadapi kondisi kemarau dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. (mc)
