RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, Miftahul Chair, menghadiri Maulid Akbar Rabithah Awliyah di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Sabtu (4/10).
Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan para habaib terkemuka sebagai penceramah, yakni Habib Musa Kadzim bin Utsman Assegaf, Habib Idrus Abdullah Al-Aydrus, dan Habib Seggaf Bin Abdulqadir Assegaf. Tausiah mereka membawa pesan moral dan spiritual yang menyejukkan serta membangkitkan semangat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Mewakili Gubernur, Miftahul Chair menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai Maulid Akbar bukan sekadar peringatan lahirnya Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan mempererat silaturahmi antarwarga Banua.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat mendukung kegiatan seperti ini. Kita diingatkan untuk meneladani akhlak Rasulullah yang penuh kasih sayang dan keadilan, serta membawa rahmat bagi seluruh alam,” ujarnya.


Dalam tausiahnya, Habib Musa Kadzim mengajak jamaah menjadikan maulid sebagai momen untuk introspeksi dan memperbaiki diri. Ia menekankan bahwa Rasulullah SAW adalah teladan sempurna dalam segala aspek kehidupan.
“Jika umat Islam benar-benar meneladani Nabi, insyaAllah hidup akan penuh berkah,” ungkapnya.
Habib Idrus Abdullah Al-Aydrus mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan. Ia menegaskan bahwa semangat cinta Rasul harus diwujudkan dengan saling menghormati dan menghindari perpecahan.
“Ukhuwah Islamiyah adalah kekuatan umat. Jangan sampai tercerai-berai karena urusan dunia,” tegasnya.
Sementara itu, Habib Seggaf Bin Abdulqadir Assegaf menekankan pentingnya pendidikan akhlak bagi generasi muda. Menurutnya, anak-anak harus dikenalkan dengan sosok Rasulullah sejak dini.
“Agar kelak mereka tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” katanya.
Kegiatan Maulid Akbar Rabithah Awliyah ini sekaligus menjadi ajang mempererat hubungan antara ulama, habaib, pemerintah dan masyarakat. Dengan semangat cinta Rasul, diharapkan masyarakat Kalimantan Selatan semakin kokoh dalam keimanan, persaudaraan dan kebersamaan membangun Banua. (ms)

Leave a comment