BANJARBARU – Komisi III DPRD Banjarbaru berkoordinasi soal rencana pembangunan akses menuju Bandara Syamsuddin Noor ke Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XI Wilayah Kalimantan Selatan, Selasa (16/5).
Menurut Ketua Komisi III DPRD Banjarbaru, Emi Lasari, koordinasi ini dikarenakan adanya keluhan masyarakat mengenai penggunaan jalan perkampungan menuju bandara. Sehingga realisasi jalan baru jadi penantian masyarakat.
“Dalam pertemuan dengan Balai Jalan, konsep perencanaan sudah dirampungkan,” ucap Emi, Kamis (18/5).
Soal anggaran, kata Emi, bakal disebutkan pada tahun 2024.
“Dulu memang pernah dianggarkan, namun pembangunan tak bisa direalisasikan lantaran terkendala pembebasan lahan,” jelasnya.
Di samping itu, Emi juga mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru untuk mencari solusi jangka pendek sebelum akses jalan bandara dibangun.
Jika memungkinkan, lanjut Emi, pelebaran jalan harus dilakukan.
“Karena kalau harus menunggu balai jalan membuka akses baru, kasihan masyarakat di sana. Semoga persoalan ini sudah ada progress pada tahun depan,” jelas Emi.
Selain melakukan koordinasi akses baru bandara, pihaknya juga meminta BBPJN XI melakukan kajian ulang mengenai peninggian aspal di Jalan Ahmad Yani wilayah Banjarbaru.
Peninggian aspal jalan ini disertai juga dengan normalisasi drainase.
Lebih lanjut, Emi berharap kajian ini masuk program perencanaan tahun 2024.
“Bisa jadi kami koordinasikan juga dengan PUPR Banjarbaru, apa yang menjadi kewenangan mereka di jalan nasional,” tambahnya.
Terakhir, Emi meminta pemkot agar terlibat dalam masterplan penanganan banjir yang kini dalam proses penggarapan. (zy)



Leave a comment