BANJARMASINPemko Banjarmasin

Pemko Banjarmasin Datangi PLN Pusat, Sampaikan Keluhan Warga soal Pemadaman Listrik

11

RETORIKABANUA.ID, Jakarta – Atas arahan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda bersama Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mendatangi Kantor Pusat PT PLN (Persero) di Jakarta, Selasa (28/7). Kedatangan mereka untuk menyampaikan langsung berbagai keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Banjarmasin dan sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, rombongan Pemerintah Kota Banjarmasin didampingi General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono dan diterima Vice President Executive Operasi Distribusi Sumatera Kalimantan PT PLN (Persero), Saleh Siswanto.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengawal aspirasi masyarakat yang terdampak pemadaman listrik.

“Atas instruksi Bapak Wali Kota, kami datang langsung ke PLN Pusat untuk menyampaikan seluruh keluhan masyarakat, mulai dari dampaknya terhadap UMKM, rumah tangga, sektor usaha, hingga layanan publik. Kami juga meminta penjelasan mengenai penyebab pemadaman, langkah penanganan, serta bentuk kompensasi yang menjadi hak masyarakat,” ujarnya.

Ananda menjelaskan, pemadaman listrik tidak hanya menghentikan pasokan energi, tetapi juga mengganggu layanan telekomunikasi karena banyak Base Transceiver Station (BTS) ikut kehilangan sumber listrik.

“Dulu saat listrik padam, sinyal masih bisa digunakan. Sekarang listrik padam, sinyal juga ikut hilang. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat, komunikasi, hingga pelayanan publik semakin terganggu,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Kota Banjarmasin juga menyampaikan berbagai dampak yang dialami masyarakat, mulai dari kerugian pelaku UMKM, kerusakan peralatan elektronik, matinya ribuan ternak, hingga rusaknya Air Susu Ibu (ASI) yang disimpan di lemari pendingin sehingga tidak lagi layak dikonsumsi.

Dalam kesempatan itu, PLN memaparkan kondisi sistem kelistrikan melalui pusat pengendalian operasional (war room). Berdasarkan penjelasan perusahaan, gangguan pasokan listrik dipicu kerusakan pada tiga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), yakni PLTU Asam-Asam, PLTU Stagen, dan PLTU Tabalong. Gangguan tersebut menyebabkan defisit daya sekitar 250 megawatt (MW) pada sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

PLN juga menyampaikan bahwa mulai 29 Juli 2026 durasi pemadaman bergilir akan dikurangi menjadi sekitar tiga jam. Sementara itu, proses perbaikan di ketiga PLTU ditargetkan rampung pada 3 Agustus 2026 sehingga pasokan listrik diharapkan kembali normal tanpa pemadaman bergilir mulai 4 Agustus 2026.

“Alhamdulillah, kami memperoleh kepastian bahwa durasi pemadaman mulai dikurangi sejak hari ini. Insyaallah, apabila proses perbaikan berjalan sesuai rencana, pada 4 Agustus kondisi kelistrikan akan kembali normal. Tentu kami akan terus mengawal komitmen ini agar benar-benar terealisasi,” tegas Ananda.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Banjarmasin akan terus berkoordinasi dengan PLN sekaligus mengawal seluruh aspirasi masyarakat hingga pasokan listrik kembali pulih sepenuhnya.

“Kami memahami besarnya dampak yang dirasakan masyarakat. Karena itu, seluruh aspirasi telah kami sampaikan secara langsung kepada PLN Pusat. Pemerintah Kota Banjarmasin akan terus mengawal penyelesaian persoalan ini hingga masyarakat kembali mendapatkan layanan kelistrikan yang normal dan andal,” pungkasnya. (mc)

Related Articles

Pemko Banjarmasin Canangkan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan...

Bang Dhin Desak Investigasi Independen Pemadaman Listrik, Tegaskan Pelayanan Publik Tidak Boleh Mengorbankan Masyarakat

BANJARMASIN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H.M. Syaripuddin, SE., M.AP., yang...

Bang Dhin Dukung Training Camp Spartans Dream City di Manila, Bagian Persiapan Menghadapi Prapon dan PON

BANJARMASIN  – Upaya meningkatkan kualitas atlet basket Kalimantan Selatan terus dilakukan melalui...