BANJARMASINKALSEL

Jelang Lebaran, Sopir Banjarmasin Pasrah

396

BANJARMASIN – Para sopir angkot di Kota Banjarmasin terlihat pasrah menghadapi larangan mudik momen lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Dilaporkan mulai tanggal 6 Mei 2021 nanti, mereka sudah tidak bisa menjalankan aktivitasnya mengantar penumpang antar kabupaten dan kota.

Sopir taksi taksi jurusan Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Imran mengaku memang ada mendengar selentingan kabar burung, jika Kalsel juga akan memberlakukan larangan mudik.

“Katanya mulai tanggal 6 tidak bisa lagi. Tidak berani berlabuh yang akan bermasalah dengan aparat yang berjaga di perbatasan kota,” ujar Imran.

Menurutnya, sebelum ada larangan mudik, tahap mereka sebagai sopir pun juga tidak ada perubahan. Alias ​​tidak ada masyarakat yang menghitung waktu untuk mudik sebelum tanggal 6 nanti.

“Tadi aja mulai Amuntai sampai ke Banjarmasin cuma tiga orang penumpang saja. Malah kadang-kadang di hari-hari sebelumnya kosong. Jadi larangan mudik ini malah bikin kami sulit mencari nafkah,” ungkap Imran.

Hal senada juga disampaikan Husin, sopir jurusan Barabai, Hulu Sungai Tengah. Ia mengaku bahwa larangan mudik yang rencananya akan diterapkan di Kalsel belakangan ini bakal menghalangi mereka untuk mencari nafkah.

“Kabarnya ada penutupan di setiap pintu masuk kabupaten/kota. Kalau memang benar kami pasti setuju soalnya mau cari nafkah gimana lagi. Ini satu-satunya usaha kami,” ujar Husin.

Ia juga menjelaskan bahwa kabar penutupan itu masih simpang siur. Dirinya belum menerima edaran atau aturan larangan mudik maupun penutupan pintu masuk kabupaten/kota secara jelas dan detail. Karena itu, rencananya ia beserta teman seprofesi lainnya berencana akan menanyakan nasibnya kepada pengurus Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kalsel.

“Rencananya memang ada pembicaraan dengan Organda, tanggapan kita bisa jalan. Karena kami juga perlu kejelasan soal larangan ini,” ujar Husin.

Karena itu, ia berharap agar dapat dipertemukan dengan pemerintah untuk menyampaikan nasib yang kami alami sekarang.

“Sekarang aja sudah sepi penumpangnya. Apalagi ditutup. Kami juga ingin mencari nafkah untuk keluarga agar bisa merasakan Idulfitri bersama keluarga,” tandasnya. (mid)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagian Dari

Berlangganan

    Subscribe to our mailing list to receives daily updates direct to your inbox!

    Related Articles

    Ancaman Kayu Hanyut di Sungai Martapura, Wali Kota Banjarmasin Serukan Kerja Sama Lintas Daerah

    RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Tumpukan batang kayu berukuran besar yang hanyut dari wilayah...

    Banjir Sungai Lulut, Wali Kota Banjarmasin Pastikan Penanganan Tak Sekadar Darurat

    RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Banjir yang kembali merendam permukiman warga di Jalan Hikmah...

    Bang Dhin: Arahan Megawati Tegaskan Politik Lingkungan dan Keberpihakan pada Rakyat

    RETORIKABANUA.ID, Jakarta – Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Hj. Megawati Soekarnoputri, menegaskan...

    Gubernur Pemprov Kalsel Perintahkan SKPD Percepat Bantuan Korban Banjir

    RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menginstruksikan seluruh Kepala Satuan...