Selasa, 21 Mei 2024
BerandaKALSELBANJARMASINJelang Lebaran, Sopir Banjarmasin Pasrah

Jelang Lebaran, Sopir Banjarmasin Pasrah

BANJARMASIN – Para sopir angkot di Kota Banjarmasin terlihat pasrah menghadapi larangan mudik momen lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Dilaporkan mulai tanggal 6 Mei 2021 nanti, mereka sudah tidak bisa menjalankan aktivitasnya mengantar penumpang antar kabupaten dan kota.

Sopir taksi taksi jurusan Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Imran mengaku memang ada mendengar selentingan kabar burung, jika Kalsel juga akan memberlakukan larangan mudik.

“Katanya mulai tanggal 6 tidak bisa lagi. Tidak berani berlabuh yang akan bermasalah dengan aparat yang berjaga di perbatasan kota,” ujar Imran.

Menurutnya, sebelum ada larangan mudik, tahap mereka sebagai sopir pun juga tidak ada perubahan. Alias ‚Äč‚Äčtidak ada masyarakat yang menghitung waktu untuk mudik sebelum tanggal 6 nanti.

“Tadi aja mulai Amuntai sampai ke Banjarmasin cuma tiga orang penumpang saja. Malah kadang-kadang di hari-hari sebelumnya kosong. Jadi larangan mudik ini malah bikin kami sulit mencari nafkah,” ungkap Imran.

Hal senada juga disampaikan Husin, sopir jurusan Barabai, Hulu Sungai Tengah. Ia mengaku bahwa larangan mudik yang rencananya akan diterapkan di Kalsel belakangan ini bakal menghalangi mereka untuk mencari nafkah.

“Kabarnya ada penutupan di setiap pintu masuk kabupaten/kota. Kalau memang benar kami pasti setuju soalnya mau cari nafkah gimana lagi. Ini satu-satunya usaha kami,” ujar Husin.

Ia juga menjelaskan bahwa kabar penutupan itu masih simpang siur. Dirinya belum menerima edaran atau aturan larangan mudik maupun penutupan pintu masuk kabupaten/kota secara jelas dan detail. Karena itu, rencananya ia beserta teman seprofesi lainnya berencana akan menanyakan nasibnya kepada pengurus Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kalsel.

“Rencananya memang ada pembicaraan dengan Organda, tanggapan kita bisa jalan. Karena kami juga perlu kejelasan soal larangan ini,” ujar Husin.

Karena itu, ia berharap agar dapat dipertemukan dengan pemerintah untuk menyampaikan nasib yang kami alami sekarang.

“Sekarang aja sudah sepi penumpangnya. Apalagi ditutup. Kami juga ingin mencari nafkah untuk keluarga agar bisa merasakan Idulfitri bersama keluarga,” tandasnya. (mid)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

BERITA TERKINI