Senin, 15 April 2024
BerandaSPORTOLAHRAGAInter Milan Juara Liga Italia, Putuskan Rantai Scudetto Juventus

Inter Milan Juara Liga Italia, Putuskan Rantai Scudetto Juventus

RETORIKABANUA.ID, INTER Milan akhirnya berhasil memutus rantai scudetto Juventus yang sembilan kali berturut-turut. Setelah 11 tahun Inter Milan tanpa juara Liga Italia, akhirnya mereka di musim ini bisa menjuarai Liga Italia.

Kemenangan 2-0 atas Crotone Sabtu lalu mengonfirmasi Scudetto ke-19 Inter seiring Atalanta hanya bermain imbang 1-1 versus Sassuolo. Perjalanan panjang untuk melengkapi kabinet klub menjadi 19 piala dalam rentang 11 tahun.

Tidak terlepas dari sang juru taktik , Antonio Conte yang membawa Inter Milan Juara Liga Italia. Siapa sangka saat bergabung bersama Inter Milan, Conte mendapatkan sebuah tim yang tidak kompetitif.

Antonio Conte adalah sosok yang berhasil membawa Inter Milan menjadi jawara Serie A Liga Italia musim 2020-2021, dan juga sebagai suksesor yang memutus hegemoni Juventus dalam 9 musim terakhir.

Padahal ketika dulu menjadi pelatih Juventus, dia adalah salah satu sosok yang membawa keberhasilan Bianconeri higga bisa meraih 9 Scudetto beruntun.

Setelah itu, Conte mencoba peruntungan, diangkat menjadi pelatih Timnas Italia, dan menjadi nahkoda untuk Chelsea setelah dari Juventus.

Hingga akhirnya menjadi juru taktik untuk tim Inter Milan pada Mei 2019 lalu. Conte datang dengan segudang catatan yang ada dalam skuat Nerazzurri.

Hal itu diakuinya, tim yang tidak kompetitif atau tidak memiliki sumber daya untuk mencapai sesuatu yang penting.

“Itu sulit, karena bukanlah pilihan yang mudah bagi saya untuk datang ke Inter, pada saat tim tidak kompetitif atau tidak memiliki sumber daya untuk mencapai sesuatu yang penting,” kata Conte dikutip dari Football Italia.

“Ditambah saya pergi ke klub yang menjadi rival dengan Juventus, di mana saya bermain selama bertahun-tahun, dan yang mendominasi di Liga Italia, ada banyak situasi negatif yang saya alami,” jelas Conte.

Dengan tangan dingin dan strategi dia sebagai pelatih, musim pertama dilalui dengan finis di peringkat 2 klasemen akhir Liga Italia. Hanya selisih satu poin dari Juventus di akhir musim.

Di musim ini, gebrakan dan pemain baru masuk, seperti Lukaku dan Hakimi, bahkan hingga Sanchez. Hal itu cukup membuktikan bahwa Inter serius dalam perburuan Scudetto.

Cobaan harus dilalui dari sisi lain, Inter Milan tersisih dari Liga Champions dan hanya mampu bertahan di babak penyisihan grup.

Tapi, dengan semangat juang dan kerja keras yang menjadi prinsipnya, Inter Milan saat ini sukses meraih gelar ke-19 Serie A Liga Italia setelah berpuasa 11 tahun.

“Kami akan tidur malam ini dengan sangat senang dan apa yang telah kami capai,” tutur Conte.

“Kami senang untuk kami, utuk orang-orang yang bekerja untuk membawa Inter kembali ke jalur kemenangan, untuk penggemar kami. Kami pasti akan merasa lebih rileks sekarang,” lanjut Conte.

Dia mengenang, kegagalan di Liga Champions adalah yang terburuk bagi Inter Milan.

“Saya pikir momen terburuk adalah ketika kami tersingkir dari Liga Champions, ketika kritik yang kami terima mungkin berlebihan,” paparnya.

“Itu tidak mudah bagi kami, kami memiliki sekelompok pemain yang tidak terbiasa menang. Kami melakukannya dengan baik untuk berkumpul dan menerima kritik sehingga kami bisa menjadi lebih kuat,” ujarnya.

“Apa yang membawa kami menuju kemenangan adalah bahwa para pemain ini mempercayai saya. Saya menunjukkan jalan kepada mereka mempercayai saya sepenuhnya. Pada akhirnya kami menemukan jalannya,” tutur Conte.

Terkait gelar Scudetto, Conte mempersembahkan untuk sang istri, dan keluarganya, serta Gabriele ‘Lele’ Oriali, yang menjabat sebagai manajer teknis Inter Milan saat ini.

“Saya mempersembahkannya (Scudetto) untuk mereka yng dekat dengan saya, istri saya, anak perempuan saya, saudara laki-laki saya,” ungkapnya.

“Saya juga berterima kasih kepada Lele Oriali, yang penting bagi saya dan paling mempengaruhi saya selama bertahun-tahun,” pungkas pelatih Inter tersebut.

Oriali juga pernah bekerja dengan Conte di timnas Italia sebagai staf sebelum ikut ke Inter Milan. (wal)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

BERITA TERKINI