DPRD KalselKALSELPemprov Kalsel

Hadapi Pemangkasan Anggaran, Kalsel Fokus Efisiensi dan Program Prioritas

261

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Di tengah tantangan pemangkasan anggaran transfer dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama DPRD Kalsel justru menunjukkan semangat kolaborasi dan optimisme. Kondisi ini dijadikan momentum untuk menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2026 secara lebih efisien dan tepat sasaran.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan program strategis terhenti akibat pengurangan anggaran.

“Sudah kita simpulkan dalam rapat tadi, terkait pemangkasan anggaran, di rapat Banggar selanjutnya akan kita cek satu per satu mana program yang prioritas dan mana yang tidak,” ujar Kartoyo usai rapat di DPRD Kalsel, Kamis (25/9).

Ia menambahkan bahwa dalam waktu satu minggu ke depan, tim TAPD dan Banggar DPRD akan bersama-sama menyisir dan menelaah program yang masih bisa dimaksimalkan.

“Masih ada ruang yang bisa kita upayakan,” tambahnya optimistis.

Senada dengan DPRD, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M. Syarifuddin, melihat pemangkasan ini bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai peluang untuk meninjau ulang arah kebijakan anggaran.

“Pemangkasan ini bukan halangan, tapi peluang bagi kita untuk lebih selektif dan strategis dalam menentukan prioritas,” ujar Syarifuddin.

Ia memastikan bahwa Pemprov tetap akan memfokuskan anggaran pada program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, serta terus mencari cara-cara kreatif agar roda pembangunan tetap berjalan.

Syarifuddin juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan DPRD yang solid dalam menghadapi tantangan fiskal ini.

“Kami sangat mengapresiasi arahan pimpinan dewan. TAPD siap bekerja dalam satu tim dengan Banggar untuk mengevaluasi setiap program secara transparan dan objektif,” tegasnya.

Melalui koordinasi yang erat antara eksekutif dan legislatif, Pemerintah Provinsi Kalsel berharap dapat menyusun APBD 2026 yang lebih efisien, responsif dan adaptif terhadap kondisi keuangan nasional.

Langkah ini juga menjadi bukti nyata komitmen Kalsel untuk terus melangkah maju, menjaga keberlanjutan pembangunan, dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal di tengah keterbatasan anggaran. (ms)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Evaluasi APBD Kalsel 2025: Belanja Terserap 82,76 Persen, SILPA Tembus Rp2,97 Triliun

BANJARBARU – Realisasi belanja Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada Tahun Anggaran 2025 tercatat...

Gubernur Pemprov Kalsel Cek Karhutla Pengayuan, Suhu Bara Gambut Turun 90 Deraja

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin meninjau langsung penanganan kebakaran...

Pemprov Kalsel Perkuat Aset Daerah, Enam Wilayah Terima Program Rp. 687 Miliar

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menerima kunjungan spesifik Komisi...

Bang Dhin Ajak Kader PDI Perjuangan Gotong Royong Bantu Warga Terdampak Kemarau

KOTABARU, RETORIKABANUA.ID – Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin...