AMUNTAI – Kematian anak Ketua Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Hulu Sungai Utara (HSU) Muhammad Imam Ma”arif dinilai janggal.
Kuasa hukum keluarga korban resmi mengirim permintaan jasad korban segera diautopsi.
Dianggap janggal karena korban meninggal di air yang kedalamannya hanya kurang lebih 20 sentimeter dan korban diketahui pandai berenang.
Korban juga tidak memiliki riwayat penyakit epilepsi atau ayan.
“Sebab itu, agar dapat memastikan meninggalnya Imam secara medis, apakah kematian dari korban wajar atau adanya tanda-tanda kekerasan atau peristiwa pidana yang menyertainya, kami memohon kepada Kapolres HSU untuk melakukan otopsi oleh dokter forensik dan berpengalaman dari tim forensik RSUD Ulin Banjarmasin dan Biddokkes Polda Kalsel,” pinta kuasa hukum keluarga korban, Nur Wakib, Sabtu (20/11) sore.
Surat permohonan autopsi sudah dikirimkan ke Kapolres HSU. Surat lamaran bernomor 019/LFNH-B/XI/2021 ini juga dilampiri surat kuasa khusus.
“Surat tersebut sudah kami buka tanggal 19 November 2021 dari kantor Law Firm Nuwa dan Huma Attorneys at Law di Banjarbaru,” kata Nur Wakib.
Sementara Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan memastikan pengusutan terus bergulir. Saat ini jumlah saksi yang diperiksa bertambah.
“Ada lima orang lagi yang kami menjawab surat panggilan untuk dimintai keterangan,” ucapnya.
Dia berharap setelah autopsi dilakukan pelaku segera ditemukan.
“Pasti akan dilakukan autopsi, pihak keluarga korban pun telah tersedia. Mudah-mudahan bisa segera terungkap pelakunya,” kata Kapolres.
Mengenai hasil visum, polisi belum bisa memberi bocoran. “Masih kami dalami lebih lanjut,” ujar Kapolres Afri. (mid)

Leave a comment