BANJARBARU – Dengan tekad kuat memberantas peredaran narkoba, Pemkot Banjarbaru menggelar Rapat Konsolidasi Kota Tanggap Ancaman Narkoba di Fave Hotel Banjarbaru pada Selasa (26/9) kemarin.
Rapat ini merupakan langkah konkrit dari Pemkot Banjarbaru dalam menanggapi gencarnya ancaman narkoba, yang dalam rapat kali ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, H. Said Abdullah.
Said Abdullah mengungkapkan bahwa kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat pemkot terhadap penyalahgunaan narkotika.
Menurutnya, diperlukan pendekatan yang berbeda dalam melawan peredaran narkoba. Salah satunya melalui pendekatan agama.
“Urusan ini sangat urgent karena jaringannya internasional, bukan nasional. Kami sangat komitmen untuk mengatasi narkotika dan akan melakukan penyadaran kepada masyarakat. Kami ingin menggunakan metode yang berbeda, dan kami percaya bahwa pendekatan terbaik adalah melalui agama. Ketika manusia takut dengan akhirat, maka semuanya akan dia takuti untuk melakukan kesalahan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Narkotika (BNN) Kota Banjarbaru, AKBP Arif Wahyu Bibitharta mengungkapkan bahwa para penjual dan pengedar itu harus dilawan dengan menekan permintaan melalui edukasi kepada masyarakat.
“Provinsi Kalsel masuk dalam 5 besar pengguna narkotika secara nasional dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Untuk itu diperlukan program-program informasi dan edukasi kepada masyarakat,” tegasnya. (mcbjb/yan)



Leave a comment