Balangan – Badan Perencanaan, Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Balangan, meggelar Rapat Koordinasi (Rakor) integrasi data perencanaan dalam rangka akselerasi pengentasan kemiskinan ekstrem.
Rakor tersebut dilaksanakan di Aula Bappedalitbang Balangan, Senin (25/9).
Kabid Koordinasi dan Sinkronisasi Perencanaan Ekonomi dan Infrastruktur Bappedalitbang Balangan, Resty Fauriana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan awal keberlangsungan integrasi dan ketersediaan data sebagai dasar pengambilan keputusan serta pembuatan kebijakan.
“Tidak saja bagi pengentasan kemiskinan ekstrem, namun juga untuk kegiatan dan program lainnya, maka dari itu selain menundang SKPD teknis kami juga mengundang BPS serta Diskominfosan Balangan,” katanya.
Menurut Kepala BPS Balangan, Roy Suryanto, kegiatan tersebut sejalan dengan program Satu Data yang menempatkan Bappedalitbang selaku sekretariat agar semua data perencanaan dapat terintegraasi dengan baik.
“Pengelolaan data harus memperhatikan standar data, meta data, kode referensi dan memenuhi kaidah interoperabilitas, tanpa itu semua integrasi tidak akan bisa terwujud,” ujarnya.
Sementara, Kabid Statistik dan Persandian Diskominfosan Balangan, Agus Hariyanto menambahkan, dalam Peraturan Presiden Nomor 39 tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, pengolahan data harus memiliki kesiapan untuk dibagikan antar sistem elektronik.
“Untuk itu, kami sedang mengembangkan program berupa digitalisasi data statistik sectoral, diharapkan data yang dikelola SKPD dapat dibagi dan memenuhi kaidah yang telah ditetapkan tersebut,” tambahnya.
Terkait data pengentasa kemiskinan, pihak Diskominfosan telah melakukan pendampingan terhadap Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa tentang data Keluarga Sasaran Pelaporan Pelaksanaan Upaya Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3Ke) 2023 per Kecamatan bahkan tingkat desa. (mcbalangan/bi)

Leave a comment