TANAH BUMBU – Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin (Bang Dhin) menggelar Rapat Koordinasi bersama nelayan, petani, Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Dinas Perikanan Tanbu, Dinas Pertanian Tanbu, Muspika Kusan Hilir, TNI AL, Polairud dan Pertamina di Gedung 7 Februari Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Jumat (14/10).
Mengawali acara, Bang Dhin menyebut pertemuan ini untuk mencari solusi agar distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran. Dan mengantisipasi krisis pangan, karena petani dan nelayan adalah ujung tombak perekonomian nasional.
Jadi, jangan ada saling lempar dan tunjuk kesalahan saat warga petani dan nelayan kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi.
“Kehadiran kita semua di sini untuk memperbaiki regulasi dan distribusi BBM bersubsidi agar bisa lancar untuk warga petani dan nelayan,” ucapnya.
Menurut Ketua Forum Kelompok Nelayan Budidaya Tanah Bumbu, Riduan, mereka sudah berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan untuk pembelian BBM di SPBU. Hanya saja, kuotanya terbatas.
“Saya berharap, nantinya ada SPBN di Kecamatan Kusan Hilir yang mampu melayani warga nelayan. Karena, saat ini antara penjualan hasil melaut dengan biaya BBM yang mahal hampir tidak seimbang, hingga penghasilan nelayan merugi,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut disepakati solusi untuk jangka petani nelayan agar melengkapi legalitas dan menyampaikan data ke dinas terkait. Untuk kemudian disampaikan ke Pertamina.
Sehingga Pertamina bisa menunjuk SPBU mana saja yang dapat melayani pembelian BBM bersubsidi untuk petani nelayan yang sudah memiliki surat rekomendasi.
Sementara, untuk jangka panjang, Bang Dhin akan meminta pihak Pertamina agar menambah kuota BBM bersubsidi bagi warga petani nelayan, dan mendirikan SPBN di area pemukiman yang mayoritas warganya adalah petani nelayan. (*/syl)

Leave a comment