KALSELPemprov Kalsel

Sekdaprov Kalsel Hadiri Haul Guru Cangkring, Ajak Masyarakat Teladani Ulama

12

RETORIKABANUA.ID, Tapin — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menghadiri peringatan Haul ke-21 KH Ali Noordin Gazali, yang dikenal sebagai Guru Cangkring.

Kegiatan ini digelar di Masjid Darussalam Cangkring, Kabupaten Tapin, pada Sabtu (25/4) dan berlangsung dengan penuh khidmat. Acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, manaqib (riwayat hidup ulama), dzikir, Surat Yasin, serta doa haul yang dipimpin KH H Syahrani.

KH Ali Noordin Gazali lahir pada 12 November 1936 di Kampung Lumbu Raya, Kecamatan Tapin Utara. Ia berasal dari keluarga ulama. Ayahnya, KH Ghozali bin Abdurrahman, dikenal sebagai tokoh pendidikan Islam, sementara ibunya adalah Hajjah Zahrah binti Haji Saleh.

Dari garis keturunan ayah, ia memiliki hubungan nasab dengan ulama besar Banjar, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Hal ini turut membentuk dasar keilmuan dan spiritualitasnya sejak kecil.

Semasa hidupnya, Guru Cangkring dikenal sebagai ulama yang istiqamah dalam berdakwah. Ia juga mendirikan Majelis Ta’lim Ratib Al-Haddad serta Pondok Pesantren Ummu Salmah di Rantau, yang hingga kini masih menjadi pusat pendidikan agama bagi masyarakat.

Beliau wafat pada usia 69 tahun, tepatnya pada 5 Desember 2005.

Usai kegiatan, Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin menyampaikan bahwa haul menjadi momen penting untuk meneladani kehidupan ulama.

“Melalui haul ini, kita bisa belajar banyak dari beliau, terutama dalam hal keteladanan beragama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan Gubernur Kalsel, H. Muhidin, agar nilai-nilai yang diajarkan Guru Cangkring terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan beragama maupun sosial.

Menurutnya, kegiatan haul tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga.

“Selain memperdalam nilai keagamaan, kegiatan ini juga memperkuat ukhuwah islamiah dan silaturahmi di masyarakat,” katanya.

M. Syarifuddin berharap, masyarakat Tapin dan Kalsel secara umum dapat terus mengamalkan ajaran dan keteladanan Guru Cangkring.

Sementara itu, dalam tausiah yang disampaikan Al-Habib Ahmad Jamal bin Thoha Ba’agil dari Malang, Jawa Timur, dijelaskan bahwa inti dari haul adalah manaqib, yaitu mengenang dan memahami perjalanan hidup ulama.

Ia menyebutkan bahwa ketika kisah orang saleh dibacakan, rahmat Allah akan turun dan hati jamaah menjadi lebih lembut.

“Dari situ muncul sikap rendah hati dan keinginan untuk meneladani kehidupan para ulama,” jelasnya.

Acara haul ini juga dihadiri para ulama, guru agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan. (ms)

Related Articles

Pemprov Kalsel Resmi Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Banjarmasin

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Suasana haru dan khidmat menyertai pelepasan jemaah haji kloter...

Gubernur Pemprov Kalsel Dorong Ambapers Tingkatkan Pendapatan Daerah

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin — Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin mendorong perusahaan daerah PT...

Pesan Gubernur Kalsel: Pendidikan Harus Berlandaskan Keteladanan dan Keikhlasan

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan pentingnya keteladanan, keikhlasan dan...

Pemprov Kalsel Perkuat Perang Lawan Uang Palsu

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran...