RETORIKABANUA.ID, Balangan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan terus memperkuat tata kelola pemerintahan melalui pembinaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi. Kegiatan ini digelar di Aula Benteng Tundakan, Kantor Bupati Balangan, Paringin Selatan, Senin (27/4).
Bupati Balangan, Abdul Hadi, menjelaskan bahwa saat ini pelaksanaan SPIP telah memasuki tahap penilaian mandiri. Pada tahap ini, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diminta mengisi kertas kerja yang dikoordinasikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).
“Sejauh ini, sudah ada 16 SKPD yang menyerahkan kertas kerja. Saat ini sedang dalam proses pengecekan dan rekapitulasi oleh Bapperida. Kami berharap 10 SKPD lainnya segera menyusul,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkab Balangan juga memperkuat penerapan SPIP melalui kerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Dalam upaya ini, ditetapkan enam sektor prioritas, yaitu pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan, infrastruktur dan lingkungan hidup berkelanjutan, ekonomi inklusif, serta tata kelola pemerintahan.
Abdul Hadi berharap dukungan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan dapat semakin mengoptimalkan sistem pengendalian internal di Balangan.
“Dengan penguatan ini, kita ingin memastikan tata kelola pemerintahan berjalan lebih baik dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Balangan yang semakin Baharat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan, Ayi Riyanto, menegaskan bahwa pembinaan SPIP bertujuan menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Ia menjelaskan, penerapan SPIP harus terintegrasi dalam seluruh proses pemerintahan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, hingga pelaporan.
“Setiap tahapan harus memiliki pengendalian yang berjalan dan saling terhubung. Jika SPIP tidak diterapkan dengan baik, maka pencapaian tujuan pemerintahan bisa terganggu,” jelasnya. (ms)
