RETORIKABANUA.ID, Tanah Bumbu – Komisi I DPRD Kabupaten Tanah Bumbu menyoroti masih timpangnya sarana dan prasarana pendidikan serta masalah kesejahteraan guru dalam rapat kerja bersama Dinas Pendidikan Tanah Bumbu, Senin (19/1).
Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi I DPRD Tanah Bumbu, Boby Rahman dan dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Tanah Bumbu, Dwi Teguh Efendi, beserta jajaran.
Dalam rapat itu, DPRD mencatat sejumlah persoalan di lapangan, mulai dari kondisi bangunan sekolah yang tidak layak, keterbatasan meja dan kursi siswa, hingga keterlambatan pembayaran gaji guru honorer. Kondisi ini dinilai dapat mengganggu kelancaran proses belajar mengajar.
Anggota Komisi I DPRD Tanah Bumbu, Sarniah, menekankan pentingnya perencanaan pengadaan sarana pendidikan yang selaras dengan pembangunan ruang kelas baru. Menurutnya, perencanaan yang matang diperlukan agar seluruh siswa dapat belajar dengan fasilitas yang memadai.
Selain itu, DPRD juga menyoroti ketimpangan fasilitas pendidikan antarwilayah. Masalah banjir yang kerap merendam SDN 3 Batulicin di Jalan Manggis, Kecamatan Batulicin, turut menjadi perhatian karena berdampak langsung pada aktivitas belajar siswa.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Tanah Bumbu, Dwi Teguh Efendi, menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama. Saat ini, sekitar 60 persen anggaran pendidikan digunakan untuk belanja pegawai.
Terkait guru di sekolah yang tengah berstatus transisi dari swasta ke negeri, Dinas Pendidikan mengusulkan solusi administratif agar pembayaran gaji tetap dapat dilakukan sambil menunggu proses penyesuaian status kelembagaan.
Ketua Komisi I DPRD Tanah Bumbu, Boby Rahman, meminta Dinas Pendidikan menyusun perencanaan pembangunan pendidikan secara terukur dan berbasis skala prioritas. Ia berharap anggaran pendidikan dapat dimanfaatkan secara efektif dan tepat sasaran demi peningkatan mutu pendidikan di Tanah Bumbu. (thr)


