BANJARMASINPemko Banjarmasin

Lomba Desain Motif Sasirangan Resmi Digelar: Upaya Banjarmasin Angkat Kain Khas ke Level Lebih Tinggi

304

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) resmi membuka Lomba Desain Motif Sasirangan 2025 yang berlangsung di Aula Rumah Kemasan Banjarmasin, Minggu (4/5). Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mengembangkan warisan budaya khas Kalimantan Selatan.

Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR dan Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Neli Listriani. Turut hadir pula Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman, Wakil Ketua Dekranasda, Rusdiati, Kepala Disperdagin, Ichrom Muftezar serta sejumlah pejabat dan pelaku industri kreatif.

Dalam sambutannya, Wali Kota Yamin mengapresiasi terselenggaranya lomba ini sebagai sarana untuk menggali potensi, kreativitas, dan inovasi dari para perajin lokal. Ia menekankan pentingnya terus memperkaya motif Sasirangan sebagai bagian dari identitas budaya Kota Banjarmasin.

“Kita harapkan para pengrajin terus semangat menciptakan motif-motif baru. Ini menjadi ciri khas Banjarmasin yang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan,” ucap Yamin.

Ia juga menegaskan bahwa para pemenang lomba akan didorong untuk mendaftarkan karyanya melalui hak kekayaan intelektual (HAKI) agar terlindungi secara hukum. Bahkan, desain terbaik dari lomba tahun ini direncanakan akan digunakan sebagai motif resmi dalam peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin mendatang.

Ketua Dekranasda, Neli Listriani menyampaikan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi bagian dari pembinaan berkelanjutan terhadap pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Sasirangan.

“Melalui lomba ini, kita dorong lahirnya desain-desain baru yang memadukan nilai tradisi dengan sentuhan modern. Harapannya, Sasirangan bisa makin dikenal hingga kancah nasional dan internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen agar setiap momen penting kota, termasuk Hari Jadi Banjarmasin, selalu menampilkan karya-karya terbaik dari pengrajin lokal sebagai wujud cinta budaya.

Sementara itu, Kepala Disperdagin, Ichrom Muftezar menjelaskan bahwa tahun ini lomba diikuti oleh 31 peserta, terdiri atas dua kategori: 18 peserta di kategori tekstil dan 13 peserta di kategori pewarna alam.

“Disperdagin juga menyiapkan 24 hak kekayaan intelektual untuk para pengrajin Sasirangan sepanjang tahun 2025. Ini penting agar motif-motif yang dihasilkan bisa terlindungi dan diakui sebagai milik Banjarmasin,” terang Muftezar.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Banjarmasin berharap Sasirangan tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga sumber ekonomi kreatif yang berkelanjutan bagi masyarakat. (ms)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Bang Dhin: Fakultas Kedokteran UMBJM Jadi Investasi Strategis Penguatan SDM Kesehatan Kalimantan Selatan

BANJARMASIN – Peringatan Milad ke-30 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) menjadi momentum bersejarah...

Peringati Hari Anak Nasional, Banjarmasin Perkuat Komitmen Lindungi Hak Anak

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar apel pagi dalam rangka memperingati...

Peringati Hari Anak Nasional, Bang Dhin Ajak Jadikan Sepak Bola Ruang Aman bagi Tumbuh Kembang Anak

BANJARMASIN – Momentum Hari Anak Nasional yang bertepatan dengan Grassroots Football Day...

Bang Dhin: Siswa Atlet Jangan Jadi Korban Sistem, Prestasi Akademik dan Olahraga Harus Berjalan Beriringan

BANJARMASIN – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H.M. Syaripuddin, menyatakan...