RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan (Kalsel), Achmad Maulana, menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan peningkatan fasilitas penerangan jalan dan keselamatan lalu lintas, khususnya di wilayah-wilayah pelosok yang menjadi kewenangan provinsi.
Hal tersebut disampaikan pada rapat kerja bersama sejumlah mitra kerja, termasuk Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalsel, yang digelar pada Senin (11/8). Dalam rapat tersebut dibahas berbagai program prioritas untuk tahun anggaran 2026.
“Kita hari ini membahas program-program strategis untuk tahun depan. Salah satu sorotan utama adalah penerangan jalan di wilayah terpencil, khususnya di ruas jalan provinsi,” ujar Maulana.
Ia mencontohkan wilayah Kelampayan di Kabupaten Banjar sebagai salah satu titik yang mendesak untuk mendapatkan perhatian, baik dalam hal pencahayaan jalan maupun kelengkapan rambu lalu lintas demi keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, Maulana juga menyoroti pentingnya penataan jalur alternatif pasca pembangunan jembatan baru di wilayah Banjarbaru. Ia menekankan perlunya koordinasi yang baik antarinstansi agar tidak terjadi miskomunikasi dengan masyarakat.
“Kemarin sempat terjadi miskomunikasi soal jalur alternatif pasca pembangunan jembatan. Kami minta Dishub lebih aktif dalam penataan dan komunikasi, supaya tidak menimbulkan ketegangan di lapangan,” tegasnya.
Terkait anggaran yang diusulkan Dinas Perhubungan untuk program-program tersebut, Maulana mengakui bahwa belum semua kebutuhan dapat terakomodir dalam pembahasan awal. Namun, ia optimistis program akan tetap berjalan secara bertahap.
“Kami di Komisi III akan terus mengawal agar program ini bisa terealisasi. Kita tahu keterbatasan anggaran, tapi manfaatnya untuk masyarakat jangka panjang, jadi harus diperjuangkan,” tambahnya.
Rapat kerja ini juga dihadiri oleh berbagai instansi teknis, antara lain UPTD Terminal Tipe B Provinsi Kalsel, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, UPTD Laboratorium Lingkungan, serta UPTD Pengelolaan TPA dan Limbah B3 Regional Banjarbakula. Kehadiran lintas sektor ini menjadi bagian dari upaya menyelaraskan rencana pembangunan infrastruktur dan lingkungan secara berkelanjutan di Kalimantan Selatan. (ms)

Leave a comment