BANJARBARU – Mengusung konsep “Bar Jalanan”, Sesama Movement menggelar gerakan makan gratis pada Jumat (23/7) tadi. Acara diberi tajuk Bar On The Street (BOTS). Lokasi kali ini berada di wilayah Kota Banjarbaru.
Memboyong meja dan kursi beserta mini bar yang sudah didesain sedemikian rupa, sekelompok anak muda penggiat aksi sosial ini membagikan puluhan makanan gratis kepada para pejuang nafkah di jalanan. Seperti tukang becak, tukang ojek, pengepul barang bekas dan lainnya.

Membuka lapak di bahu jalan, mereka menyajikan paket makan gratis dengan beberapa menu. Hidangan yang dibagikan sendiri dikemas tanpa kotak. Yang mana mereka menggantinya dengan piring serta gelas dari bahan kertas sekali pakai.
Menurut Project Leader Sesama Movement Muhammad Rifani, konsep BOTS pada dasarnya adalah aksi sosial berbagi makan gratis kepada pejuang jalanan. Namun, pihaknya berkeinginan menyuguhkan pengalaman yang berbeda dari biasanya.
“Tentu tak ada yang salah dari berbagai makanan gratis, apapun bentuknya itu. Karena esensi atau tujuannya berbagi. Cuma, kita kepinginnya ada sesuatu yang berkesan, nah akhirnya kami inisiasi Bar On The Street ini,” katanya.
Sesuai nama, BOTS dirancang sedemikian rupa dengan konsep Bar Jalanan. “Makanya kita tak ada skema nasi kotak lalu dibagi, kita ingin penerima manfaat bisa santai dan menikmati menu makanan,” ujarnya.
Untuk lebih menguatkan konsepnya, relawan dari Sesama Movement yang bertugas menyiapkan makanan dan berusaha menampilkan sesuatu, seperti di bar-bar atau kafe-kafe. Seperti mengenakan apron hingga cara pelayanannya.
Dalam aksi itu, tak sedikit para penerima manfaat yang cukup kaget dengan konsep ini, karena tergolong baru.
“Ada yang mengira kalau kita jualan, padahal gratis. Karena memang ada meja sama kursi dan mini bar. Lalu juga ada yang mau bawa pulang. Bersyukur penerima manfaat sangat senang dan juga lahap menyantap hidangan kita,” bebernya.
Karena masih pandemi, maka BOTS menghindari kerumunan. Sehingga hanya menyediakan kapasitas kursi sebanyak empat orang. Itu pun dengan pola bergantian.
Pada program pertama ini, tambah Nadya dari BOTS, hanya disiapkan 40 paket makanan dan minuman. Aksi ini rencananya dihelat setiap Jumat siang.
Beruntung, para pelaku usaha kuliner ikut berpartisipasi. Aksi Jumat tadi misalnya, ada Kedai Sanak, Sukmaraga Kopi, Nyamsir 26 dan Kebab Al Fatih.
Lantas apakah aksi donasi ini hanya terbatas untuk kalangan pelaku usaha kuliner? Nadya menegaskan, aksi kolektif ini bersifat terbuka. Artinya siapa saja yang mau berdonasi, baik pelaku usaha atau individu bisa berpartisipasi. (syl)



Leave a comment