AMUNTAI – Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) banyak memiliki beberapa lokasi wisata religi. Baik masjid bersejarah maupun ziarah ke makam wali Allah yang berperan dalam perkembangan Islam di wilayah Amuntai dan sekitarnya.
Salah satu yang kerap mendapatkan kunjungan wisatawan atau peziarah adalah Makam Syeikh Sayid Sulaiman di Desa Pekacangan.
Makam Syeikh Sayid Sulaiman berada di dua tempat, yakni di Desa Pekacangan dan Padang Besar. Sehingga masyarakat sekitar menamai makam ulama itu dengan sebutan Satu Badan Dua Kubur.
Semasa hidup, Sayid Sulaiman dikenal sebagai pejuang yang sangat berani melakukan perlawanan sengit terhadap kolonial Belanda dan tokoh agama dari kampung Padang Besar yang saat ini telah menjadi desa. Ia juga meniliki kelebihan pada bidang agama yang begitu mumpuni di zamannya.
Sayid Sulaiman diperkirakan wafat dalam usia 31 tahun. Sampai saat ini makamnya masih terus didatangi peziarah, baik lokal maupun luar daerah, yang masih memiliki darah Amuntai ataupun tidak sama sekali.
Warga setempat, Syarif mengaku kerap ziarah ke makam wali Allah yang memiliki karomah itu.
“Kami sering ziarah ke makam ini untuk berdoa ditujukan kepada Allah, mudahan dengan kedudukan beliau sebagai wali Allah, doa kami cepat kabul,” ujarnya. (mid)



Leave a comment