BANJARMASINKALSEL

Tangani Covid-19, Jangan Abai Masalah di Hulu, Bang Dhin: Kasihan Nakes di Hilir

359

BANJARMASIN – Dinas Kesehatan Kalsel telah mengumumkan penambahan jumlah kasus Covid-19 yang sangat signifikan dalam sehari. Jumlah pasien positif kebanyakan ditemukan dari hasil tracing kontak erat dari pasien yang sebelumnya terkonfirmasi positif.

Akademisi Fakultas Kedokteran ULM, sekaligus Ketua Dewan Pakar DPD- FIDN Kalsel Prof Husaini menjelaskan,  bagaimana seharusnya dalam merespons terjadinya lonjakkan Covid-19, termasuk partisipasi sinergitas publik dan pemerintah daerah.

“Cara untuk menilai dan merespons tinggi dan rendahnya kasus Covid-19 di suatu daerah/wilayah yang sangat krusial dan fundamental, yaitu di bagian hulu ditandai dengan ukuran-ukuran ilmiah,” kata Prof Husaini.

Ukuran-ukuran yang dimaksud adalah nilai  positivity rate (PR) atau nilai infeksi Covid-19 di tengah masyarakat  setiap hari  di bawah 5% selama minimal  10 minggu berturut- turut. Artinya jika nilai PR semakin tinggi di atas 5%,  maka semakin banyak pula potensi kasus Covid-19 di tengah masyarakat.

Ukuran kedua adalah angka pelacakan kasus (tracing ) dan isolasi (RLI) di sesuaikan dengan angka/ukuran Positivity Rate (PR). Jika PR=5%, maka tracing/lacak kasusnya minimal 1:30 (standar WHO). Kemudian  dilanjutkan dengan secepatnya untuk di-testing/uji tes dengan metode lebih diutamakan menggunakan PCR Test atau TCM Test.

Nilai rasio lacak dan isolasi (RLI ) menggambarkan atau menjelaskan hubungan kemampuan wilayah dalam respons Covid-19, yaitu jika ada satu yang tetkonfirmasi positif, maka minimal 30 orang yang dilacak dan di- testing. Apabila ditemukan konfirmasi kasus, segera lalukan treat/tindakan,  baik isolasi terpusat atau jika dalam kondisi sakit sedang dan berat di rawat di rumah sakit rujukan Covid-19 di wilayah tersebut.

Yang menjadi ukuran ketiga, lanjut dia,  adalah nilai Re atau Rt wajib di bawah 1 (satu) selama minimal 10 minggu berturut-turut. Sedangkan ukuran terakhir adalah angka disiplin kepatuhan masyarakat dalam penggunaan prokes Covid-19 minimal  skornya 85 minimal 10 minggu berturut-turut.

“Jika bagian hulu tersebut kurang optimal dilakukan/dilaksanakan oleh suatu wilayah dalam merespons  lonjakkan kasus Covid-19, serta tidak  dibendung, maka berapapun kapasitas rumah sakit dan faskes di sediakan, termasuk sumber daya manusia beserta operasionalnya, tidak  akan mampu,” tegasnya.

Menyoroti masalah itu, Wakil Ketua DPRD Kalsel Muhammad Syaripuddin  kembali menghimbau agar bersama-sama untuk  membendung bagian hulu seperti dijelaskan Prof Husaini.

“Saya selalu bilang, ayo pemerintah perkuat 3T, 5M, vaksin dan kom/koor antar stakeholder yang efektif,” kata Bang Dhin, sapaan akrab politisi muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kalsel ini.

Ia mengemukakan, kemampuan mendeteksi orang sakit harus ditingkatkan, kemudian dites dan obati. Protap 5M juga harus ditingkatkan, pengawasan ekstra oleh pemerintah dan dimohon partisipasi masyarakat.

Begitu pula dengan vaksin, ketersediaan stok dan distribusi harus diperhatikan pemerintah, serta tidak lupa mengenai pelaksanaan vaksinasi yang masih bermasalah terkait kerumunan.

“Kasihan para nakes di faskes yang merupakan tokoh di bagian hilir. Mereka terlalu kita jadikan titik tumpu. Sudah seharusnya bagian hulu membantu meringankan beban kerja mereka,” pungkasnya. (syl)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagian Dari

Berlangganan

Eror: Formulir kontak tidak ditemukan.

Related Articles

UMARA Permudah Modal UMKM Banjarmasin

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Bank Kalsel resmi meluncurkan program...

Pemko Banjarmasin Dorong Aksi Lingkungan Lewat Tanam 100 Pohon

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, menghadiri kegiatan Aksi Tanam...

Pemprov Kalsel Resmi Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Banjarmasin

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Suasana haru dan khidmat menyertai pelepasan jemaah haji kloter...

Gubernur Pemprov Kalsel Dorong Ambapers Tingkatkan Pendapatan Daerah

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin — Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin mendorong perusahaan daerah PT...