RETORIKABANUA.ID, Rantau – Pemerintah Kabupaten Tapin menunjukkan komitmennya dalam memajukan pendidikan melalui dukungan penuh terhadap program wajib belajar 13 tahun. Bupati Tapin, H. Yamani, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah sekaligus memperkuat kualitas pendidikan di Tapin.
“Program wajib belajar 13 tahun diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi sekolah dan menghadirkan pendidikan yang berkualitas. Tujuan akhirnya adalah melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter dan siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Bupati Yamani.
Ia mengajak seluruh masyarakat Tapin untuk berperan aktif, mulai dari menyekolahkan anak sejak usia dini di PAUD hingga menyelesaikan pendidikan menengah di SMA atau SMK.
“Anak-anak harus mendapat akses pendidikan sejak usia 5–6 tahun di PAUD, karena dari sanalah karakter dan kecerdasan mulai terbentuk. Ini adalah investasi masa depan,” tambahnya.
Bupati menekankan, keberhasilan program ini tidak bisa dicapai oleh pemerintah saja. Dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, organisasi profesi, dunia usaha, hingga kepala sekolah, guru dan Bunda PAUD.
“Semua punya peran penting. Guru, kepala sekolah, organisasi profesi, hingga dunia usaha harus ikut ambil bagian. Dan tentu, peran Bunda PAUD sangat strategis dalam membentuk pondasi pendidikan sejak dini,” tegasnya.
Bupati Yamani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Bunda PAUD yang telah menjadi garda terdepan dalam mendidik anak usia dini.
“Saya harap para Bunda PAUD terus semangat. Dengan kerja sama yang solid, kita bisa memastikan seluruh anak Tapin mendapatkan pendidikan dari PAUD hingga SMA/SMK,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Bupati kembali menegaskan komitmennya untuk membangun Tapin melalui pendidikan.
“Tapin maju, maju banuanya, baiman warganya!” seru Bupati penuh semangat. (ki)



Leave a comment