BANJARMASINPemko Banjarmasin

Banjarmasin Gencarkan Aksi Cegah Stunting, Wali Kota: Ini Tanggung Jawab Bersama!

74

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, resmi membuka kegiatan Pertemuan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Senin (6/10).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Asisten I Setdako Banjarmasin Machli Riyadi, Kepala Bappeda Litbang Ahmad Syauqi, serta Tim Koordinasi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Kota Banjarmasin, bersama jajaran lintas sektor terkait.

Dalam sambutannya, Wali Kota Yamin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dalam menangani persoalan stunting di Kota Banjarmasin.

“Atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin, saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran DPPKBPM, seluruh lintas sektor, serta Tim TP3S yang terus bersinergi menurunkan angka stunting di kota kita,” ucap Yamin.

Ia menekankan bahwa aksi konvergensi ini sangat penting karena menyangkut masa depan anak-anak sebagai generasi penerus pembangunan daerah.

Menurut hasil evaluasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, prevalensi stunting di Banjarmasin pada 2024 masih cukup tinggi, yakni 26,5 persen.

Angka ini dianggap sebagai tantangan serius karena turut memengaruhi nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kota Banjarmasin dan menggambarkan seberapa efektif kerja sama lintas sektor selama ini.

“Pertemuan ini harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan langkah nyata dalam menindaklanjuti hasil evaluasi di lapangan,” tegas Wali Kota.

Untuk menekan angka stunting, Pemerintah Kota Banjarmasin akan menempuh sejumlah strategi, antara lain:

  1. Mengaktifkan TP3S di seluruh kelurahan dan memastikan program pencegahan berjalan merata.

  2. Menyusun pedoman, jadwal monitoring, dan sistem pelaporan yang terarah agar program tepat sasaran.

  3. Memperkuat koordinasi antar sektor melalui forum TP3S agar semua indikator kinerja bisa tercapai.

  4. Menjamin dukungan anggaran yang cukup untuk intervensi langsung di tingkat kecamatan dan kelurahan.

  5. Mengintegrasikan data stunting agar tidak ada tumpang tindih sasaran dan intervensi tepat guna.

  6. Meningkatkan kapasitas kader Posyandu, menyediakan insentif, serta melibatkan CSR perusahaan dalam mendukung program.

Wali Kota menegaskan bahwa masalah stunting tidak bisa ditangani oleh sektor kesehatan saja. Seluruh pihak lintas sektor seperti pendidikan, sosial, pekerjaan umum, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, harus ambil bagian.

“Konvergensi lintas sektor adalah kunci keberhasilan. Dengan kerja sama yang solid dan berkelanjutan, saya yakin kita bisa menurunkan angka stunting secara signifikan,” ujar Yamin optimis.

Ia juga menambahkan, upaya ini bukan hanya soal kesehatan anak-anak saat ini, tetapi juga investasi untuk masa depan generasi yang sehat, cerdas dan produktif.

“Inilah bagian dari visi Banjarmasin Maju Sejahtera, kota yang tidak hanya membangun fisik, tapi juga kualitas hidup warganya secara berkelanjutan,” tutupnya. (ms)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Hari Lahir Pancasila, Yamin Ajak Perkuat Persatuan di Tengah Tantangan Zaman

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum untuk...

Pansus DPRD Kalsel Ajak Warga Awasi Distribusi BBM Subsidi

Kalimantan Selatan — DPRD Kalimantan Selatan melalui Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Distribusi...

Wali Kota Banjarmasin Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Iduladha

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, mengikuti pelaksanaan Salat...

Takbir Keliling Kembali Semarakkan Kota Banjarmasin

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan di Kota Banjarmasin...