RETORIKABANUA.ID, Banjararu – Setiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia memperingati Raden Ajeng Kartini sebagai sosok yang memperjuangkan kemajuan perempuan. Di Kota Banjarbaru, peringatan ini bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga melihat bagaimana semangat Kartini terus hidup dan berkembang.
Dulu, Kartini menyalakan semangat melalui tulisan dan pemikiran. Kini, semangat itu hadir dalam tindakan nyata terlihat dalam kepemimpinan dan pembangunan daerah.
Di Banjarbaru, semangat tersebut tercermin dalam sosok Erna Lisa Halaby. Ia hadir bukan hanya sebagai simbol pemimpin perempuan, tetapi sebagai penggerak perubahan yang nyata.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kepemimpinan saat ini dituntut untuk tidak hanya tegas, tetapi juga mampu beradaptasi dan memahami kebutuhan masyarakat. Hal ini terlihat dari gaya kepemimpinan Erna Lisa Halaby yang menggabungkan ketegasan dalam mengambil keputusan dan kepekaan dalam mendengarkan aspirasi warga.
Pembangunan yang dijalankan tidak hanya fokus pada infrastruktur seperti jalan dan bangunan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Mulai dari rasa aman, pelayanan publik, hingga kesejahteraan warga menjadi perhatian utama.
Birokrasi pun didorong untuk bekerja lebih cepat, tanggap, dan humanis. Kebijakan tidak hanya dibuat di atas kertas, tetapi juga diuji langsung di lapangan agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kehadiran Erna Lisa Halaby membawa perubahan dalam cara pandang masyarakat, terutama bagi perempuan muda di Banjarbaru. Ia menjadi contoh nyata bahwa perempuan mampu memimpin dan mengambil peran penting dalam pembangunan.
Melihat perempuan berada di posisi strategis, memimpin rapat, dan mengambil keputusan besar memberikan kepercayaan diri bagi generasi muda. Pesan yang disampaikan menjadi jelas: perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan berkontribusi.
Ia juga menunjukkan bahwa peran dalam keluarga dan peran di ruang publik bisa berjalan seimbang, tanpa harus saling bertentangan.
Perjuangan Kartini belum berakhir hanya berubah bentuk. Kini, semangat itu hadir dalam kebijakan yang lebih adil, pelayanan publik yang setara dan semakin terbukanya ruang bagi perempuan untuk berkembang.
Kepemimpinan Erna Lisa Halaby menjadi bukti bahwa semangat tersebut terus berlanjut dari generasi ke generasi.
Peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat untuk terus membuka peluang, memperluas kesempatan dan mendukung perempuan agar terus berkembang dan berkontribusi.
Dengan semangat Kartini yang terus hidup, Banjarbaru melangkah menuju masa depan yang lebih maju, adil dan inklusif.
Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan Indonesia. Teruslah bermimpi, berkarya dan membawa perubahan. (ms)


