RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru bersama Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Kota Banjarbaru menggelar Salat Istisqa atau salat meminta hujan di halaman Balai Kota Banjarbaru, Senin (2/11).
Salat berjamaah tersebut dipimpin Al-Mukarram Tuan Guru KH. Muhammad Wildan Salman sebagai imam. Kegiatan diikuti jajaran pejabat pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat Muslim dan Muslimah dari berbagai wilayah di Kota Banjarbaru.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby turut hadir bersama Presiden Kerukunan Bubuhan Banjar Sadunia, Sahbirin Noor.
Usai pelaksanaan salat, Lisa Halaby mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif Kerukunan Bubuhan Banjar yang dilaksanakan melalui sinergi dengan Pemko Banjarbaru.
Menurutnya, Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar bersama untuk memohon ampunan, pertolongan, dan rahmat Allah SWT, sekaligus berharap agar bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Banjarbaru dan sekitarnya segera berakhir.
Ia juga bersyukur karena dalam beberapa waktu terakhir Banjarbaru telah diguyur hujan dengan intensitas cukup deras. Kondisi tersebut turut membantu mengurangi kabut asap yang sebelumnya menyelimuti wilayah kota.
“Alhamdulillah, kita di Banjarbaru sudah beberapa kali mengalami hujan yang cukup deras, dan sampai saat ini kita merasakan untuk kabut asap sendiri sudah melandai,” ujar Lisa.
Meski kondisi kabut asap mulai berkurang, Lisa mengingatkan bahwa perubahan musim dari kemarau ke penghujan juga perlu diantisipasi. Salah satu potensi bencana yang menjadi perhatian pemerintah adalah banjir dan genangan air di sejumlah titik.
Sebagai langkah antisipasi, Pemko Banjarbaru telah melakukan pembersihan dan normalisasi saluran drainase serta sungai untuk memperlancar aliran air saat hujan turun.
Terkait genangan air yang kerap terjadi di kawasan Jalan A. Yani, Lisa mengatakan penanganannya membutuhkan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional.
“Untuk genangan air yang ada di Jalan A. Yani, tentunya bukan hanya dengan Pemerintah Provinsi, kita ke Balai Jalan juga sudah ada koordinasi untuk penanganannya,” jelasnya.
Sementara itu, Presiden Kerukunan Bubuhan Banjar Sadunia, Sahbirin Noor, berharap doa yang dipanjatkan bersama seluruh jemaah melalui Salat Istisqa dapat dikabulkan Allah SWT. Ia berharap hujan yang turun nantinya membawa keberkahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pria yang akrab disapa Paman Birin tersebut juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan musim. Menurutnya, potensi kebakaran perlu diantisipasi saat musim kemarau, sedangkan ancaman banjir harus menjadi perhatian ketika memasuki musim penghujan.
“Kalau musim kemarau itu pasti kebakaran, kalau musim hujan banjir, jadi kita sudah tahu dan tinggal mengantisipasi saja lagi. Dan rajin kata kuncinya, rajin turun ke lapangan,” pungkas Sahbirin.
Melalui kegiatan tersebut, Pemko Banjarbaru berharap kebersamaan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat terus terjalin dalam menghadapi berbagai kondisi alam. Selain ikhtiar melalui doa, kesiapsiagaan dan langkah nyata di lapangan juga diperlukan untuk mengurangi risiko bencana saat pergantian musim. (mc)
