RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru menggandeng Polres Banjarbaru untuk membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan melalui program Polisi Peduli Pengangguran. Program ini difokuskan pada pendataan pencari kerja, penyebarluasan informasi lowongan, hingga pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Pimpinan Perangkat Daerah Kota Banjarbaru, Selasa (3/11), di Aula Gawi Sabarataan.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, upaya mengatasi pengangguran membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap kesempatan kerja.
“Persoalan pengangguran merupakan salah satu tantangan yang perlu kita tangani bersama. Melalui kerja sama ini, kita berharap lebih banyak peluang terbuka bagi masyarakat untuk mendapatkan akses informasi, kesempatan dan dukungan dalam memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Lisa juga menekankan pentingnya keterlibatan perusahaan dan pihak swasta yang beroperasi di Banjarbaru dalam menyerap tenaga kerja lokal. Ia berharap ke depan terdapat kebijakan yang mendorong perusahaan memberikan kesempatan lebih besar kepada masyarakat setempat untuk bekerja.
Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah perlu memiliki data pengangguran terbuka yang terperinci, termasuk berdasarkan tingkat pendidikan dan kualifikasi pencari kerja.
Data ini nantinya menjadi dasar untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja perusahaan sekaligus menentukan jenis pelatihan yang diperlukan. Dengan begitu, keterampilan masyarakat dapat disesuaikan dengan peluang kerja yang tersedia.
Sementara itu, Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda menjelaskan, Polisi Peduli Pengangguran merupakan bagian dari gerakan Polisi Bersama Masyarakat. Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kepolisian dalam membantu mengatasi persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Kami menyadari tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, perlu bergandengan tangan dengan masyarakat, terutama Pemerintah Kota Banjarbaru,” katanya.
Ia mengatakan, Polres Banjarbaru akan membantu mendata warga yang belum memiliki pekerjaan. Data tersebut selanjutnya dapat dikoordinasikan dengan Dinas Ketenagakerjaan untuk membantu mempertemukan pencari kerja dengan peluang pekerjaan yang sesuai.
Selain memberikan informasi lowongan kerja, program ini juga membuka peluang pelatihan keterampilan bagi masyarakat. Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pencari kerja agar memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
Upaya penyiapan tenaga kerja juga tidak hanya menyasar peluang pekerjaan di dalam negeri, tetapi turut mempertimbangkan kesempatan kerja di luar negeri.
Dalam rapat koordinasi yang sama, Pemko Banjarbaru juga menandatangani nota kesepakatan terkait pemenuhan hak konstitusional anak melalui penerbitan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA). Kerja sama tersebut dilakukan bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam kapasitasnya sebagai Bunda PAUD Kota Banjarbaru, Lisa menegaskan bahwa setiap anak berhak memiliki identitas resmi sejak dini. Pemenuhan dokumen kependudukan tersebut merupakan bagian penting dari perlindungan dan pemenuhan hak anak.
“Kita perlu memastikan setiap anak mendapatkan haknya sejak awal kehidupan, termasuk hak atas identitas diri,” pungkasnya. (mc)
